Selasa, 22 Oktober 2019

Tidak Mendapatkan Perhatian Pemerintah, Baginilah Kondisi Warga Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan.



PAMEKASAN, Harianmerdekapost.com- Jargon Pamekasan Hebat yang selama ini menjadi ikon Pamekasan ternyata hanyalah menjadi Mimpi disiang bolong saja.

Selain banyak ditemukannya sejumlah infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah daerah, juga ditemukannya sejumlah warga yang berada dibawah garis kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.


Seperti yang dialami Bapak Tami (83) seorang warga di Dusun Gunung 1, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Rabu, 23/10/2019.


Bapak dengan seorang anak ini setiap harinya hanya bekerja sebagai tukang belah kayu (Tokang Mddhung Kajuh/red) kepada wartawan mengaku bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah.

" Lakonah gulah karo maddhung kajuh pak, manabi bhantoan tak toman olle" (Kerja saya hanya tukang belah bambu pak, kalau bantuan saya tidak pernah dapat) " tuturnya. 

Pak Tami alias Moh. Dahrah ini tidur dan tinggal dengan menumpang di rumah anak tirinya yang sudah tidak layak huni, sedangkan istrinya sudah lama meninggal dunia karna penyakit yang tak kunjung sembuh.

Rotiah (32) yang merupakan anak asli dari Pak Tami sudah lama tidak bisa bekerja dikarenakan sering mengalami sakit pada bagian pinggang dan lututnya, adapun suaminya sudah lama meninggal dunia. Biaya hidupnyapun dalam tanggungan Pak Tami.

Pantauan Harianmerdekapost.com- Pak tami tinggal ditempat yang terbuat dari kayu tua, dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah banyak bolong, tempat tidurnya hanya beralaskan Terpal dan Kain seadanya yang digelar dilantai tanah. 

Ironisnya, dinding bagian depan tempat pak tami ditempel menggunakan baleho bekas berukuran besar bergambar calon kepala desa yang sekarang sudah dilantik sebagai kades Terpilih.

SQ(29) yang merupakan tetangga pak tami menuturkan, bahwa dirinya sudah beberapa kali mengajukan bantuan kepada pihak terkait, namun tak digubris.

"Pernah saya ajukan ke Dinsos mas, melapor juga ke Kepala Dusun, sering malah, tapi tidak ada tindakan apapun." Ungkap pemuda aktifis mahasiswa ini.

Camat Palengaan, H. Sukrisno setelah dikonfirmasi kepada Harianmerdekapost.com mengatakan, ada beberapa kendala tidak tercatatnya warga sebagai penerima bantuan sosial, seperti kelengkapan administratif KK, KTP dan lainnya.

"Namun kendalanya kadang masyarakat tidak terdaftar dlm penerima manfaat disebabkn tdk punya KTP dan data yang lain." Terang mantan aktivis GMNI ini.

Lebih lanjut Camat Muda ini mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangi tempat tinggal Pak Tami bersama aparat Desa setempat.

"Nanti saya akan turun bersama kadesnya." Terangnya.

Saat wartawan mendatangi Balai Desa dan Rumah Kepala Desa Larangan Badung, yang bersangkutan sedang tidak ada. Karna ada agenda rapat.

Jurnalis: Hewi Fals / Sid

0 komentar:

Posting Komentar