Kamis, 04 Juli 2019

"Suplayer Bersama Plt Kades Halibasar, Terlantarkan Proyek Dana Desa."



Malaka - HarianMerdekaPost.com

Kades bersama Suplayer terlantarkan proyek bersumber Dana Desa Halibasar, Tahun Anggaran 2018. Warga desa Halibasar, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, kecewa. Selasa, 3 Juli 2019


Pantauan media ini, sebanyak 38 unit rumah layak huni (TA) 2018 yang dianggarkan melalui (DD) Halibasar hingga kini memasuki bulan juli 2019 mangkrak, alias belum juga rampung dikerjakan. 

Warga desa hanya mampu mengeluh, pembangunan 38 unit rumah layak huni yang hingga kini belum dirampungkan, suplayer yang menangani proyek tersebut sudah terpilih jadi DPRD Malaka.

Padahal anggaran sebanyak 545 juta sudah diserah terimakan melalui TPK kepada suplayer Jimianus Koy, demikian warga menduga suplayer gelapkan dana desa itu, untuk kepentingan politiknya pada pileg 2019 lalu.tegasnya. 

Hal senada disampaikan Opa. Sebagai orang tua pada desa ini menyebutkan, bersama warga penerima bantuan bersumber (DD)  Tahun 2018,hanya bisa menunggu, kapan suplayer dan Plt  Desa Halibasar datang untuk merampungkan gubuk miliknya serta milik warga lainya. Demikan disampaikan Warga Dusun Wekfau, Desa Halibasar, Benediktus Bria (68) yang ditemui tim HarianMerdekaPost, (20/6/19) digubuk miliknya yang hingga kini belum rampung dikerjakan. 

Warga berharap pihak Inspektorat kabupaten Malaka, jangan diam -- anehnya, sering melakukan pemeriksaan pada desa ini, akan tetapi tidak ada temuan, sedangkan proyek rehab rumah warga sebanyak 38 unit, hingga kini belum juga rampung. 

Sementara Varel Bria kepada awak media (16/5/2019) dia menjelaskan, beberapa warga sudah melengkapi data terkait. Banyaknya bahan yang diterima pihak penerima rumah, mewakili warga akan diserahkan berkas ini ke pihak Tipikor Polres Belu dan Kejari Belu” ungkapnya.

Dia meminta kepada pejabat kepala desa yang juga merupakan Camat Wewiku itu, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Lantaran ratusan masyarakat mengancam akan membuat mosi tidak percaya terterhadap kinerja, Yohanes Lau sebagai Plt Desa Halibasar. 

Dugaan warga, selain terhadap kinerja, Yohanes Lau diduga bersama Suplayer dan TPK main mata, sehingga proyek ini tak kunjung rampung.

Kuat dugaaan suplayer Jemianus Koy (Caleg terpilih Golkar Dapil II Malaka) gunakan dana desa senilai Rp.545.000.000 yang merupakan alokasi DD tahun 2018,untuk menangkan pileg pada April 2019 Lalu. 

Banyak yang tak beres di desa kami, pembangunan rehap rumah itu saat kami tanya tentang data anggaran pembangunan di tahun 2018 kades menolak, dia bilang itu bukan urusan warga, sedangkan hak para tukang senilai Rp.152.000.000 pun masuk ke kantong kades pelaksana tugas itu, ketika didesak barulah dibayarkan upah kerja sebanyak 50 juta. 

Sementar suplayer, Jimianus Koy serta Plt Kepala Desa Halibasar Ketika ditemui dikantor desa, tak berada di tempat, anehnya ruangan kantor desanya terbuka akan tetapi tak ada seorang pun staf desa yang berkantor, hanya ada sapi milik warga yang berkeliaran pada halaman kantor desa.(N.L Berek)

0 komentar:

Posting Komentar