Senin, 08 Juli 2019

"Pospera Malaka berharap Bpk Jokowi bisa perhatikan masyarakat Babulu Selatan"



Malaka - HarianMerdekaPost.com/
Sebuah Desa terpencil terletak di Kab. Malaka yang berbatasan lansung dengan Timor Leste yaitu Desa Babulu Selatan, Minggu 07 Juli 2019 

Memohon perhatian Presiden Jokowi. Desa yang susah mendapatkan air bersih dan kondisi jalan bebatuan menanjak tanpa ada aspal. 

Desa ini di huni 320 KK dengan jumlah 1522 jiwa. Desa Babulu ini terdiri dari 7 Dusun, 4 Dusun sudah mendapatkan penerangan listrik, sedangkan 3 Dusun lainnya belum mendapatkan penerangan listrik sejak Indonesia merdeka. 

Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau, bersama masyarakat berinisiatif bekerja secara gotong royong mengadakan Pustu sebagai layanan kesehatan terdekat. Membangun Sekolah Dasar, membangun Kantor Desa, meskipun dengan keterbatasan anggaran yang kami miliki, bagi kepala desa bahwa mereka mencoba menyicil pembangunan secara sedikit demi sedikit untuk "menjemput perubahan". 

Pada tahun 2015-2017 kami sudah melakukan upaya di Pemerintahan Daerah untuk mendapatkan akses jalan raya aspal tapi sampai saat ini belum ada realisasi dari Pemda Malaka.

Padahal sudah menjanjikan akan membangun aspal di Desa kami, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya. 

Untuk itu saya mewakili masyarakat Desa Babulu Selatan, miminta agar Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat bisa memperhatikan kondisi kami yang serba kekurangan di Desa kami ini, saya sebagai Kepala Desa melalui adik-adik saya Pospera Malaka sangat berharap semoga Bapak Jokowi bisa mengetahui kondisi kami di pelosok Negeri perbatasan ini. Ungkapnya

Sedangkan kondisi lain yang masih memprihatikan dari Desa Babulu Selatan yaitu Dusun Rai metan yang letaknya terpisah dari Ibu Kota Desa Babulu Selatan berjarak lima Kilometer dengan kondisi berbukit dengan jalan bebatuan lepas dan menanjak, jumlah penduduk Dusun Rai Metan berjumlah 34 KK dengan total jumlah 160 jiwa ini dalam kehidupan sehari-hari mereka masih menggunakan lampu pelita disaat malam hari, pengakuan Kepala Dusun mengatakan kami sudah terbiasa dengan kondisi gelap gulita dan jalan yang rusak ini, namun kami berharap anak-anak kami bisa merasakan akses pendidikan mereka dengan jalan yang baik dan bisa belajar pada malam hari dengan penerangan listrik, sampai saat ini masyarakat masih menggunakan lampu pelita sebagai penerangan malam mereka. 

Kepala Dusun Rai Metan berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat bisa memperhatikan kondisi masyarakat yang terisolir.

Ibu Maria Bete salah seorang warga, mengaku pada saat musim kemarau tiba warga beli air tangki dengan 1 tangki harga Rp 700.000 mau tidak mau harus kami beli karena tawaran harga sopir mobil tangki seperti itu disebabkan oleh kondisi jalan masuk dari Ibu Kota Kecamatan ke Desa kami jauh dengan  kondisi jalan raya yang sangat para ini. Terpisah, Maria Bete menjelaskan bahwa Desa kami ini memiliki potensi sumber daya alam yang banyak. mulai dari; 
1. Jambu mente perkilo seharga Rp 20.000 
2. Kemiri perkilo seharga Rp 22.000
3. Kopra "Kelapa Kering" perkilo seharga Rp 5.000 
4. Kacang hijau perkilo seharga Rp 10.000
5. Ubi kayu kering satu karung seharga Rp 100.000 
Kami juga memiliki ternak Sapi, Kambing, Babi, dan Ayam, kami hanya bersandar hidup dengan jual potensi yang kami miliki dari para pembeli yang datang ke Desa kami, hanya terpaksa kami harus jual dengan harga murah karena disebabkan kondisi jalan kami yang masih rusak ini. 

Ketua DPC Pospera Malaka, Wendy Bundao, ini Desa Binaan kami, lima bulan yang lalu kami mengetahui kondisi ini dari pengaduan masyarakat di Desa tersebut, lalu saya bersama teman-teman Pospera Malaka mendampingi masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, Kami menemukan bahwa ada potensi SDA/SDM besar yang harus kita perjuangkan bersama, sesuai Program Bpk Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran maka untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Daerah harus bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk mengimplementasikan pembangunan yang merata.

Kondisi yang yang carut marut ini sudah menjadi tanggung jawab Negara agar bisa memperhatikan sehingga bisa terwujud pemerataan pembangunan di semua pelosok Negeri. Tegasnya

Sesuai hasil pendampingan dari Pospera Malaka menemukan tiga hal pokok yang harus diperhatikan antara lain: Penerangan listrik, Jalan raya, Air bersih. (N.L BEREK)

0 komentar:

Posting Komentar