Senin, 08 Juli 2019

Posko 22 PKN Institut Agama Islam Al Khairat Pamekasan Lakukan Kegiatan Pengembangan Bakat Seni Bagi Pemuda Desa Panaan.


Pamekasan_ Harianmerdekapost.com

Memasuki minggu pertama dalam masa observasi pengabdian mahasiswa dalam Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) Posko 22 Institut Agama Islam (IAI) Al Khairat Pamekasan melakukan program pengembangan bakat dan seni bagi pemuda Desa setempat yang ditempatkan di Kediaman Kepala Dusun Karang Anom, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur. Senin, 08/07/2019.


Dari berbagai seni yang dikembangkan oleh kelompok yang menamakan dirinya dengan Kelompok Kastol ini salah satunya pengembangan Seni Rabbana yang umum disebut Al Banjari. 

Kegiatan yang bernuansa relegius ini ternyata banyak menyedot minat dari kalangan pemuda Desa setempat, salah satunya dari Ikatan Santri dan Alumni Baitul Hikmah (Isbat) hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang hadir guna menumbuh kembangkan seni Albanjari. 

Kegiatan ini di bina dan dimintori langsung oleh beberapa mahasiswa peserta PKN Al Khairat Posko 22 Yang hadir ketempat pelatihan sejak pukul 17:30 Wib. 

Mohammad Siri salah seorang warga yang hadir dimalam pelatihan tersebut kepada media mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang bernuansa Agamis ini untuk mengembangkan bakat dan seni yang dimiliki oleh pemuda desa setempat

"Ya bagus ini mas, kami atas nama warga sangat ber terimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang PKN kesini. Karena dengan adanya kegiatan ini bakat dan seni Albanjari makin berkembang." Katanya senang.

Ditempat yang sama Deddy Kurniawan salah seorang mahasiswa peserta PKN yang memintori kegiatan tersebut kepada wartawan mengatakan, pihaknya merasa senang mendapatkan apresiasi yang luarbiasa dari warga setempat. Iapun mengaku sangat semangat dalam kegiatan karena didukung oleh peserta pelatihan yang serius dalam mengikuti kegiatan.

"Ya tentu kami senang, ternyata kegiatan ini mendapatkan respon yang luar biasa dari warga sini. Apalagi teman-teman yang ikut pelatihan sangat serius mas. Ini sangat luar biasa." Terangnya.

Sementara itu Bendahara  kelompok Kastol Posko 22 PKN Al Khairat, Darwis Pratama mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengembangkan beberapa seni di Desa Panaan melalui pelatihan seni budaya yang sudah dicanangkan beberapa minggu kedepan. 

"Kami sudah mencanangkan beberapa pelatihan mas, diantaranya pengembangan bakat dan seni, pemberdayaan dan pengembangan  ekonomi kerakyatan seperti Kripik Singkong (Krepek Tette) dll." Ungkapnya.

Beberapa kegiatan dari posko 22 Al Khairat ini ternyata mempunyai beberapa pandangan dalam upaya menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan yang ada di Desa Panaan. Seperti pengelolaan dan pengembangan Kerupuk Singkong yang lumrah disebut "Krepek Tette" 

Hal ini dibenarkan oleh Anggota Kelompok Kastol Mohammad Rovicky, bahwa menurutnya krepek tette jika dikembangkan dengan mekanisme dan pengelolaan yang baik justru akan bernilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Kami yakin jika krepek tette kita kemas dengan kemasan yang menarik misalnya, atau dilengkapi dengan saus tomat atau apalah itu maka nilai jualnya akan lebih mahal mas. Dan itu sebagian dari target kami. Mohon doa dan dukungan saja." Pungkasnya optimis.

Jurnalis: sid.

0 komentar:

Posting Komentar