Senin, 01 Juli 2019

"Diduga Kontraktor dan PPK Main Mata, Pengadaan Itik di Malaka Sarat KKN"




Malaka harianmerdekapost.com 
Kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengaku pengadaan itik dewasa dan jantan sebanyak 5000 ekor. 

Informasi yang dihimpun tim Harian Merdeka Post, menyebutkan pengadaan itik dewasa jantan dan betina tahun anggaran 2018 bersumber anggaran APBD Malaka senilai 520 juta dengan spesifikasi pengadaan itik dewasa sebanyak 9500 ekor itik dewasa jantan dan betina. 
Sementaran Adrianus Klau kepada tim HarianMerdekaPost.com(1/7/2019) 

mengatakan proyek Pengadaan itik dewasa itu tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Herman Klau S. 

Kan jelas ada pada dokumen spesifikasi penyediaan barang, serta banyaknya barang, seharusnya pengadaan itik petelur jenis Mojosari atau Alabio sebanyak 5.000 ekor itik jantan yang berumur 3 hingga 5 bulan, dan itik betina sebanyak 4.500 ekor dengan umur 2,5 hingga 4 bulan. 

Selama ini yang kita tahu pelaksanaannya tidak sesuai spek, ini sudah terjadi mark up harga itu sudah jelas merugikan masyarakat, kan ini termasuk program utama bupati malaka yaitu Revolusi Pertanian. 

Anehnya lagi dalam pelelangan anggaranya 520 juta, tapi kok saat dibaca dalam LKPJ anggaran pengadaan itik sebanya 5 miliar, ini sudah tidak benar, pihak polisi dan kejari perlu telusuri, DPRD juga harus kawal hal seperti ini. Ujarnya. 

Vinsen Oenunu kontraktor CV Putri Tunggal 
mengaku, paket pengadaan itik dewasa jantan dan betina dikerjakan pada tanggal 4 Oktober 2018. Memang benar, proyek ini dikerjakan CV Putri Tunggal (beralamat di jalan Kirab Remaja Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU) tanggal kontrak mulai 4 Oktober 2018, dengan anggaran sebesar Rp 520.000.000.

Sebagai penyedia merasa rugi, akan tetapi tetap akan tuntaskan proyek ini, sebab sejak awal dia mendatangkan 5500 ekor itik, akan tetapi 50% itiknya mati, karena cuaca dan direndam air hujan waktu itu. Sehingga dengan sepakat bersama PPK, rekanan bagikan itik dengan umur rata rata 1 bulan lebih, akan tetapi soal pakan rekanan bertanggung jawab sebanyak 4 karung perkelompok. 

Sebagai kontraktor yang bertanggung jawab, terpaksa dirinya membeli anakan itik seumur satu minggu, akan tetapi itik itu tiba di Malaka pihaknya masih piara dulu, sehingga banyak yang mati sebelum dibagikan kepada kelompok, dengan kesepakatan pihak rekanan bertanggung jawab penuh. 

Karena merasa bertanggung jawab, pihaknya datangkan lagi, sebanyak 3500 ekor untuk menggantikan itik yang sudah mati, sekira bulan depan akan tiba di Malaka, akan tetapi perlu diadakan pakan makan dulu. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Herman Klau S.Pi kepada tim HarianMerdekaPost.com (14/6/19)
via telpon, dia mengaku anggaran pengadaan itik sebesar Rp520.000.000. dikerjakan oleh CV.Putri Tunggal, bukan sebesar 5 M.

"Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) tentang proyek tersebut yang menuliskan anggaran sebanyak 5 M itu tidak benar, setaahunya hanya 520 jt.soal 5 M itu teknisi salah ketik. 

Dia menambahkan saat terpaksa di PHO itu memang itiknya masih kecil, dan sebanyak 20 kelompok penerima itik itu, masih kurang 5 kelompok yang masih belum menerima itik, akan tetapi PPK membuat surat penyataan bersama rekanan, dan rekanan bertanggung jawab akan tuntaskan paket proyek ini, sebab hingga kini anggaran 520 juta itu belum dicairkan, rekening masih diblokir. 

Masalahanya itik dewasa tidak dizinkan karantina dan peternakan dari jawa untuk dibawa ke NTT, sebab nanti membawa Virus Flu Burung, sehingga pihak karantiana dan peternakan hanya menyetujui anak itik beumur 1 minggu. 

Selain pengadaan itik, TA 2018 juga ada Pengadaan Pakan Itik Dewasa sebanyak dua tahap. 

Tahap pertama dengan anggaran Rp 510.000.000 dikerjakan oleh CV Yustina Tuto beralamat di jalan Uyelewun, Rt 023, Rw 009, Maulafa, Kota Kupang. Akan tetapi kontraktor tidak bersedia kerjakan maka uang dikembalikan. 

Dilakukan lelang lagi Tahap kedua Rp 510.000.000 dikerjakan oleh CV Restu Boemial beralamat di Perumahan Pitoby Blok B III No. 27 Kelurahan Penkase, Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Itupun kontraktor sehabis menang lelang tidak bersedia kerjakan maka anggaran dikembalikan ke kas daerah. 
Jurnalis:(N.L Berek)

0 komentar:

Posting Komentar