Kamis, 06 Juni 2019

Edan! Klinik Ini Lakukan Kemo dan Bohong ke Publik



Surabaya harianmerdekapost.com
Berikan pelayanan kemoterapy pada penderita kanker, Klinik Modern Dasa Medika (MDM), Jalan Diponegoro, Surabaya, rawan diperkarakan. Kadinkes Kota Surabaya menampik pihaknya memberi ijin kemo pada klinik tersebut, Senin (3/6/2019).



Pernyataan pihak manajemen Klinik MDM kepada Ormas Pagar Jati Indonesia soal sudah adanya ijin dari Dinkes Kota Surabaya dalam melakukan kemoterapy, rupanya tidak benar alias bohong. Hal itu setelah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengijinkan klinik melakukan kemo.

"Tidak ada ijin kemo untuk klinik, karena kemoterapy adalah layanan sub spesialis dan tidak boleh di klinik, harus di rumah sakit," tegas Kadinkes Kota Surabaya, Jumat (30/5/2019) kemarin.

Febri juga menjelaskan bahwa klinik MDM hanya memiliki ijin operasional klinik, untuk tindakan kemo pihak Dinkes Surabaya tidak pernah memberi ijin.

Terpisah, Pagar Jati Indonesia sebelumnya sudah menduga, Dinkes Kota Surabaya tidak mungkin mengeluarkan ijin kemoterapy pada klinik, mengingat pelayanan kemo harus benar-benar khusus dan pada ruang yang steril.

"Jangan kan klinik, rumah sakit saja tidak semua yang bisa melakukan tindakan kemo. Sebelumnya kami sudah tidak percaya dengan pernyataan pihak manajemen MDM yang mengatakan sudah dapat ijin kemo dari pihak Dinkes," ucap Ketua DPC Pagar Jati Indonesia Surabaya, Bagus Yudianto, SH, Senin (3/6/2019).

Menanggapi penjelasan Kadinkes Kota Surabaya, Pagar Jati Indonesia siap melakukan audiensi serta kerjasama dalam menyikapi klinik MDM yang telah menyediakan pelayanan kemoterapy kepada penderita kanker.

"Berdasar data, kami akan menggelar audiensi bersama dinas kesehatan serta pihak Klinik MDM, nanti usai lebaran (Idul Fitri) ini. Terkait keterangan pihak manajemen klinik yang bersebrangan dengan pernyataan Kadinkes itu nanti, itu perkara beda, yang jelas kami bertindak demi kepentingan masyarakat, khususnya Kota Surabaya, dalam hal ini kesehatan tentunya," papar Bagus.

Informasi yang berkembang, bahwa pernah ada pasien kanker di Klinik MDM yang meninggal dunia saat menjalani rawat jalan (kemoterapy).

"Meninggalnya di rumah saat masih menjalani rawat jalan di Klinik MDM. Setiap 1 Minggu sekali bapak di kemo selama 3 hari di Klinik MDM, setelah itu pulang. Baru di kemo 4 kali bapak sudah meninggal, padahal kemonya kurang beberapa kali lagi. Ya mau gimana lagi kalau Tuhan sudah berkehendak, saya Ikhlas," tegas sumber, dilansir dari Media Online Koran Pagi.

Dalam melakukan tindakan kemoterapy, dokter yang bertanggungjawab di Klinik MDM yakni Profesor berinisial BW, yang juga merupakan guru besar Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi ternama di kota ini.
(Jurnalis leman)

0 komentar:

Posting Komentar