Selasa, 11 Juni 2019

Derita Penyakit Perut Kembung, Zainab Butuh Uluran Tangan




PAMEKASAN, Harianmerdekapost.com - Sungguh malang nasib Ibu Zainab warga asal Kelurahan Kolpajung Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. dirinya menderita penyakit perut kembung. Selasa (11/6/19).


Selain menderita perut kembung, ibu Zainab hidup serba kekurangan, hidupnya tidak seberuntung warga sekitar. Sulitnya kebutuhan biaya hidup sehari-hari.

Pada saat Harianmerdekapost.com menyambangi kediamannya, Ibu Zainab menceritakan kisah pilunya. Menurutnya, penyakit yang menimpanya kurang lebih 1 tahun lamanya.

Mulanya, perutnya memang besar tapi tidak separah dan sebesar seperti saat ini.

Selama menyandang penyakit, ibu Zainab sempat di bawa ke Puskesmas Kowel dan dirujuk ke RS Larasati Pamekasan. 

"Masuk 2 kali ke rumah sakit," ucapnya.

Sungguh sayang, selama lima hari lamanya dirumah sakit, pihak RS Larasati tidak kunjung memberi hasil pemeriksaannya. Sehingga, ibu Zainab tahu penyakit apa yang diidapnya.

"Sampek minta tolong ke ibu Ani, seseorang yang selalu sudi membantu,"ucapnya.

Berselang beberapa bulan kemudian, karena kondisinya semakin parah, tidak sadarkan dirinya, akhirnya di bawalah ke UPT RSU Mohammad Noer Pamekasan selama 5 hari jua.

"Alhamdulillah mengenai biaya di rumah sakit, dibiayai pak Harun (anggota legislatif)," tuturnya.

Lebih lanjut, kata Zainab, selama ia mengidap penyakit tersebut tidak ada sedikit pun bantuan dari pemerintah. Baik bantuan rastra, bantuan dana dan perhatian pun tak ada.

"Dulu sempat mendapat dana sebesar Rp. 300 ribu selama kurang lebih 3 tahunan. Yang dapat waktu masih sehat dulu," paparnya.

Sementara itu, Yayuk, salah seorang tetangganya yang sudi merawatnya menuturkan, kondisi ibu Zainab saat ini semakin parah.

"Sekarang kondisinya semakin parah, duduk saja sangat sulit dan mata semakin tidak dapat melihat," kata Yayuk.

Yayuk mangatakan, ibu Zainab adalah seorang warga Kelurahan Kolpajung yang hidup sebatangkara. Suaminya meninggal dunia semasih ibu Zainab sehat.

"Suaminya meninggal dunia lama, sekitar 5 tahunan. Keluarganya pun tidak ada," ungkapnya.

Hebatnya, meski ibu Zainab menyandang penyakit, kata Yayuk, ibu Zainab tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan.

"Meski sakit tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan. Ia cuma bilang, semoga puasanya itu bisa menyembuhkan penyakitnya itu," paparnya.

Kata Yayuk, selama ibu Zainab sakit, tidak ada satupun dari pemerintah yang berupaya menjenguk dan membantunya.

"Hanya dari Puskesma, pak Harun yang bantu dana itu dan ibu Endang Bidan yang kesini, itupun dulu," tuturnya.

Yayuk berharap, semoga ada relawan yang sudi membantu kehidupan ibu Zainab. "Semoga ada yang membantu, baik dukungan moral dan materiil," pungkasnya. (HMP/Rai/Hewi Fals.Moh.Bahri).

0 komentar:

Posting Komentar