Rabu, 08 Mei 2019

NOTARIS GELAPKAN ASAL USUL TENANT



Surabaya, harianmerdekapost.com Asal usul pembelian tenant tentang pembelian ruko di GTM (Grand Tarakan Mall), digelapkan oleh Notaris Rudy Limantara S.H, dan semakin tidak jelas. Saat dikonfirmasi oleh awak media Rudy Limantara mengatakan, bahwa dia hanya membuatkan Akta pengikatan jual beli, dengan hanya melihat setifikat, namun yang diserahkan ke notaris oleh Hendik hakim berupa Fotokopi nya saja. Lanjut awak media harianmerdekapost.com, "Apakah para tenant pada saat itu sudah ada yang membayar lunas atau mengangsur". Notaris mengatakan," kebanyakan para tenant langsung bayar lunas, tapi sebagian juga ada yang mengangsur, dan hal itu terjadi sebelum ada masalah tahun 2006".

Di tempat berbeda, dari hasil investigasi tim harianmerdekapost.com, juga menemukan berkas Akta pengikatan jual beli tahun 2004, dibuat oleh Notaris Rudy Limantara S.H, Yang disitu tertulis, bahwa perjanjian dalam pengikatan jual beli bisa ditingkatkan menjadi akta jual beli, apabila tenant sudah melunasi prosedur yang telah disepakati kedua belah pihak, dan salah satu tenant juga menunjukkan bukti pelunasan pembayaran kepada tim haruanmerdekapost.com, tetapi hingga sekarang masih belum dapat surat apa-apa.

Fakta yang terjadi, dari tahun 2004 hingga 2019 sudah 15 tahun jangka waktunya. Namun yang terjadi, akta pengikatan jual beli tahun 2004 hingga kini tahun 2019 belum ada perubahan, hal yang sama juga terjadi kepada tenant yang sudah melakukan pelunasan juga, seharusnya mereka langsung dirubah menjadi Akta jual beli bangunan, pada tahun 2004 itu juga. Tetapi hanya diberi harapan dan janji palsu aja, dan perjanjian ini seharusnya dibatalkan karena batal demi hukum. Menurut kitab Undang- Undang Hukum perdata pasal 1321.

Diduga, ada unsur kesengajaan, sebelum dibuatnya akta pengikatan jual beli ini, sudah ada persekokolan jahat antara Hendrik hakim bersama notaris Rudy Limantara S.H, yang mengorbankan hampir puluhan tenant, yang sampai saat ini belum menuai hasil, padahal ia membeli dari jeri payah, dan hasil keringat sendiri menurut keterangan tenant yang pada saat itu pernah awak media datangi.
(Jurnalis b leman)

0 komentar:

Posting Komentar