Jumat, 12 April 2019

Meski Luput Dari Perhatian Pemerintah, Anak Pengidap Kelenjar Getah Bening Dapat Donatur Relawan



Pamekasan, harianmerdekapost.com. Sungguh miris nasib Agung Pangestu (7), seorang anak yatim yang ditinggal ayahnya semenjak kecil.

Selain tak merasakan belaian kasih sayang ayahnya, rupanya Agung mengidap penyakit kelenjar getah bening.

Agung duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Ia anak dari Artini Nur Asmi (40) warga asal Dusun Tanjung Utara I, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.


Ironisnya, hingga detik ini, Artini luput dari bantuan pemerintah desa maupun daerah. Baik bantuan beras sejahtera (rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan lain sebagainya.

Ibu anak yatim itu menuturkan, usai dioperasi bulan 11 tahun 2018 kemaren, anaknya sempat sembuh sementara.

Namun, beberapa minggu yang lalu, seperti penyakit yang serupa muncul kembali.



"Sempat di operasi bulan 11. Namun saat ini masih tumbuh lagi. Seperti ada benjolan di lehernya," ucap Artini, Jumat (12/4/2019).

Ibu anak tiga itu menjelaskan, selama Agung mengidap penyakit tersebut, tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

"Tidak dapet bantuan apa-apa. Meski rastra tidak ada," tuturnya.

Beruntungnya, Artini mendapat bantuan dari salah seorang pengusaha rokok asal Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.

Melihat situasi dan kondisi anak yatim dan keluarga yang serba kekurangan itu, Bambang Budianto merasa sangat terpanggil olehnya.

"Saya membantu anak ini bukan semata-mata karena adanya kepentingan politik praktis, melainkan murni keterpanggilan hati untuk membantunya," kata Bambang.

Pemilik Usaha Rokok Bunga Garam PR. Ayunda menuturkan, semoga dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan kebutuhan hidup keluarga.

Bukan hanya itu, Bambang juga menjanjikan akan memfasilitasi kebutuhan sekolah anak-anak Artini.

Sebab, Bambang tidak menginginkan anak-anak yatimnya putus sekolah gegara kekurangan dana dan lain sebagainya. Ia hanya ingin Agung dan saudaranya sama dengan anak-anak yang lain.

"Jika butuh biaya sekolah anaknya bisa hubungi wartawan yang ikut ini. Intinya jangan sampai anaknya putus sekolah," pungkasnya. (Han/Bahri)

0 komentar:

Posting Komentar