Senin, 08 April 2019

Inspektorat Sampang Periksa Camat Banyuates



Sampang, harianmerdekapost.com. Camat Banyuates Achmad Juahari Chandra diperiksa oleh Tim Inspektorat Kabupaten Sampang, Senin (8/4/2019). Pasalnya, Jauhari diduga tidak mengindahkan intruksi Bupati Sampang.

Auditor Kepegawaian, bidang Inspektur Pembantu wilayah dua, Ari Wibowo mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan terhadap Camat Banyuates. Yang bersangkutan diperiksa oleh Tim sebanyak lima orang, yang terdiri dari Inspektur pembantu 1,2 dan 3.



"Camat Banyuates diperiksa kurang lebih selama 1 jam oleh Tim Inspektorat," katanya.

Soeharjanto salah satu pemeriksa Camat Banyuates menjelaskan, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan karena ada laporan masyarakat yang langsung masuk kepada Bupati Sampang, terkait penggunaan fasilitas lapangan Olah Raga di Wilayah Kecamatan Banyuates.


"Laporannya langsung masuk kepada Bupati Sampang dan ditindak lanjuti oleh Inspektorat, untuk merespon pengaduan masyarakat," jelasnya.

Ia menanbahkan, pemeriksaan tersebut dilakukan terkait PP nomer 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil. Pihaknya masih melakukan pengembangan fakta-fakta dilapangan.

"Masih mengembangkan fakta lain dilapangan. Jika sudah cukup, hasil pemeriksaan akan segera dilaporkan ke Pimpinan Daerah," tambahnya.

Sementara, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dengan tegas mengatakan, Pimpinan Daerah akan langsung pasang badan jika ada Camat di Kabupaten Sampang tidak mau menjalankan perintah terkait laporan masyarakat.

"Saya tidak mau main-main jika ada Camat yang tidak merespon perintah," tegasnya.

Terpisah, Camat Banyuates Achmad Jauhari Chandra membenarkan dirinya sudah diperiksa Inspektorat, karena dinilai melanggar peraturan tentang kedisiplinan ASN. Ia menuturkan, sekitar 10 hari yang lalu dirinya mendapat perintah dari Bupati Sampang untuk memindahkan tiang bendera yang ada di tengah lapangan ke pinggir lapangan.

"Tiang itu dinilai bisa mengganggu para atlet sepak bola. Dan Bupati meminta agar tiang itu di geser ke pinggir lapangan," tuturnya.

Namun sampai saat ini, pihaknya belum bisa memindakan ke pinggir lapangan. Sebab, tiang itu berukuran besar dan berat. Sehingga proses pemindahannya harus menggunakan alat berat. Jika hanya menggunakan tenaga manual, itu tidak bisa dan sangat sulit. Ia mengaku tidak pernah bermaksud untuk tidak menjalankan perintah Bupati.

"Sebagai bawahan saya selalu siap menjalankan perintah Bapak Bupati, ujarnya.

Ia juga menuturkan, sebagai warga asli Banyuates, dirinya selama ini selalu berupaya mengabdi dan memberikan pelayanah terbaik kepada masyarakat.

"Saya ingin membangun dan melayani masyarakat dengan baik," tutupnya. (Han/Ams).

0 komentar:

Posting Komentar