Minggu, 28 April 2019

Diduga Tak Transparan Hasil Audit Dana Desa, LMP Sayangkan Sikap Inspektorat Pamekasan



PAMEKASAN - harianmerdekapost.com. Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Pamekasan menyangkan sikap ketransparansian Inspektorat Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tentang hasil audit pengelolaan dana desa (DD), Minggu (28/4/2019).


Sebelumnya, LMP Pamekasan melayangkan surat permohonan data hasil audit DD di Kecamatan Batumarmar yang diindikasi menyalahi aturan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019 kemaren.

Dalam permohonan data itu, pihak Sekretariat Inspektorat Pamekasan menyampaikan bahwa surat yang dilayangkan LMP sudah diserahkan langsung kepada bapak Imam, selaku bidang audit dana desa.

Namun, saat dihampiri kembali pada hari Senin tanggal 22 April 2019 kemaren, Sekretariat Inspektorat Pamekasan kembali memberikan statemen bahwa, paling lama pemberian data 14 hari.

"Sudah di pak Imam mas, biasanya kata pak Imam penyerahan data permohonan itu paling lama 14 hari surat masuk," kata Ketua LMP Pamekasan, Abdus Samad, menirukan bahasa salah seorang di Sekretariat Inspektorat Pamekasan.

Abdus Samad, Ketua LMP Pamekasan merasa geram dengan dalih-dalih yang digunakan Inspektorat Pamekasan.

Sebab, kata dia, hingga lewat dari waktu yang ditentukan Inspektorat Pamekasan tidak kunjung membuahkan hasil.

"Terus guna undang-undang keterbukaan informasi publik No. 14 tahun 2008 itu apa? Jika permohonan hasil audit dana desa saja kami tidak diperbolehkan," kata Abdus Samad.

Dengan adanya berbagai macam dalih yang digunakan, Ketua LMP Pamekasan itu menuding pihak Inspektorat Pamekasan ada main mata dengan pihak Kepala Desa maupun Camat setempat.

"Mungkin Inspektorat Pamekasan sudah ada main mata dengan pihak-pihak terkait persoalan ini. Karena hingga saat ini tak kunjung ada kepastian. Jika memang rakyat tidak diperbolehkan mengetahui hasil audit tak apa, silahkan beri tahu kami. Tapi dengan dasar apa, kan begitu," tegasnya.

Merasa dirinya dipermainkan, Abdus Samad bersama rekannya terpaksa akan melayangkan surat yang kedua kalinya. Namun surat yang kedua ini, kata dia, surat audiensi.

"Berhubung surat pertama sudah tidak direspon, terpaksa kami akan melayangkan surat audiensi. Berarti pihak Inspektorat Pamekasan tidak mau jika meminta secara baik-baik, maunya adu argumen," pungkasnya. (Han/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar