Selasa, 09 April 2019

Bawaslu Deklarasi " Serambi Budaya Pengawasan" Segmentasi Seniman Provinsi Jawa Timur.



Surabaya,Harianmerdekapost.com-
Badan Pengawas Pemilihan Umun (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, Mengadakan "Serambi Budaya Pengawasan" Segmentasi Seniman  Bawaslu Provinsi Jawa Timur. 

Acara yang di selengarakan di Grand City Convention Surabaya,  yang di hadiri oleh para pegiat seniman dari berbagai daerah di jawa timur dan para stakeholder,Rabu, (09/04/19).

Ketua Bawaslu kabupaten/kota, Komisi dua DPR RI H. Sainudin Amali. Sekda Prof.  Heru Cahyono MM, Kombespol Bapak Budi, Sastrawan Bapak Sawawi Imbron, dan TNI.

Ketua Bawaslu Bapak M. Amin Mpd. Pada acaranya tidak memilih tampil di awal untuk memberikan sambutan terhadap para audien karena memilih tampil dulu on stage bersama para Sastrawan, sekaligus memberikan sambutan di pertengahan acara. 

Gubernur Jawa Timur Ibu, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. tidak bisa mengahadiri "Serabi Budaya Pengawasan" karena ada undangan, maka di wakili oleh Prof.Hero Cahyono dan menyapaikan beberapa point yang sudah di mandatkan, oleh mantan Menteri Sosial tersebut,
1. Adalah hindari politisasi birokrasi dengan jalan menempatkan ASN pada posisi netral dan program sebagai pihakan meperintah sebagai kepentingan kampaye. 
2. Hindari money politics, jangan menggunakan politik uang untuk membenahi diri pilihan masyarakat serta ajak semua pihak ikut mencerdaskan politik masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh money politics.
3. Hindari pengunaan ujaran kebencian para hoax dan black campaign dan lain sebagainya yang melalui sosial media.
4. Setiap pelanggaran pemilu harus di tindak tegas penyelengara pemilu harus menegakkan aturan agar tercapai pemilu yang berintegritas dan berkualitas berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. 
5. jika ada hal sengketa hasil pemilu, semua pihak harus menggunakan jalur hukum, dalam proses apa bila ada sengketa pemilu melaui MK, sehingga aksi itu semoga tidak berjalan maka tidak perlu di lakukan.

Juga  Bawaslu mendapatkan apresiasi dari ketua DPR RI karena sudah menjalankan tugas pemilu dengan baik dan bisa menghadapi berbagai rintangan.

"Kami dari DPR RI mengapresiasi kerja teman-teman Bawaslu baik provinsi, kabupaten, kecamatan yang nanti di bentuk pengawas di TPS di ulang tahun yang ke XI ini tetep bersemangat apa lagi Bawaslu kabupaten/kota statusnya sudah di naikan" ucapanya Komisi dua DPR RI H. Sainudin Amali.

Penampilan Sastrawan Bapak Sawawi Imbron dengan judul Puisi "Ibu" dan digital musikalisasi Pemilu Damai bersama Seniman Jawa Timur, sekaligus memanggil  ketua Bawaslu M. Amin, untuk on stage bersama.

Bahkan para Seniman mempertanyakan mengenai partisipasi Masyarakat dan pelanggaran-pelanggaran ataupun kekerasan dan intimidasi yang salah satunya yang terjadi di Pamekasan kepada Samsul (Anggota Panwascam Waru).

Penjelas Partisipasi "Partisipasi Masyarakat yang pertama hadir di 17 April 2019 karena pada saat itulah Rakyat Indonesia Rakyat Jawa Timur merupakan memiliki kesempatan sebesar-besarnya untuk menujukan kedaulatannya sebagai Rakyat memilih calon pemimpin memilih calon ketua keterwakilan yang akan bertangung jawab di masa depan" ucapnya M. Amin Mpd. 

"Tentang kasus penganiayaan Pawaslu di kabupaten,  Pamekasan kita Bawaslu Jawa Timur telah ambil sikap tegas, memasrahkan kepada kepolisian daerah Jawa Timur untuk mengusut tuntas menyelesaikan sesuai hukum dan ke adilan yang berlaku",imbuhnya

"Dan pada hari tenang Bawaslu akan Konsen terhadap politik uang, dan melakakukan patroli anti money politics yang akan di selenggarakan serentak di Jawa Timur" ucapnya bagian Humas.

Puncak acara  dari"Serambi Budaya Pengawasan"nonton bareng Sepak Bola Persebaya vs Arema. Editor rahem:
(Jurnalis jhoe).

0 komentar:

Posting Komentar