Kamis, 28 Maret 2019

Tertipu Bantuan Palsu Jokowi, Nenek Di Probolinggo Harus Kehilangan Emasnya Puluhan Gram



Probolinggo, harianmerdekapost.com. Sutik (65), warga Dusun Pesisir, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya, Nenek 7 cucu itu berharap dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Presiden Joko Widodo, malah ketiban sial. Bukannya bantuan yang didapat, Sutik malah harus kehilangan perhiasan emasnya puluhan gram.

Dari informasi yang diperoleh harianmerdekapost.com, kesialan Sutik itu terjadi pada hari Selasa (26/3/2019) sore. Ketika itu, ia duduk-duduk di teras rumahnya. Tak lama kemudian, ada dua orang pria bertamu kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Lantas ia mempersilahkan kedua tamu itu masuk kedalam rumahnya.

"Namanya orang bertamu, saya persilahkan masuk ke ruang tamu. Setelah berbincang-bincang kedua tamu itu mengaku utusan dari pak Jokowi untuk menyurvei warga yang mendapat PKH," tutur Sutik, Kamis (28/3).

Mendengar pengakuan kedua orang tersebut, Sutik sangat sumringah. Apalagi selama ini, ia termasuk bagian dari warga PKH. Tentu saja tawaran bantuan itu disambut dengan tangan terbuka oleh Sutik. Setelah itu, salah satu tamu tersebut meminta foto dirinya, dengan alasan ada pembaharuan data.

"Sebelum difoto, saya diminta untuk melepas semua perhiasan saya. Karena kalau memakai perhiasan, maka saya tidak akan dapat bantuan. Saya sempat menolak, dan saya bilang kalau untuk foto saya alan memakai jilbab. Tapi tetap dipaksa untuk dilepas," ujarnya.

Tanpa menaruh curiga, Sutik akhirnya menuruti permintaan tamunya. Lantas ia melepas semua perhiasan emas yang menempel di badannya. Yakni, kalung 11,5 gram, gelang 25 dan 26 gram, serta cincin 12 gram. Total perhiasan emas 22 karat itu mencapai 74,5 gram.

"Saya tidak menaruh curiga sama sekali. Apalagi mereka tidak langsung membawa kabur. Tapi mereka menyuruh saya menaruh perhiasan di dapur. Lalu saya difoto. Setelah difoto saya langsung diberi mie instan, beras dan diterjen. Kemudian saya disuruh memanggil warga penerima PKH lainnya," jelasnya.

Saat memanggil warga penerima PKH lainnya itulah kedua tamu itu beraksi. Ternyata, setelah baliknya dari memanggil warga lainnya penerima PKH, kedua tamu itu sudah kabur dari rumah Sutik.

"Setelah saya balik kerumah, mereka sadah tidak ada, dan saya cek perhiasan saya yang ditaruh di dapur juga tidak ada. Kalau ditotal kira-kira harga semua perhiasan saya kurang lebih 30 Juta," sesal Sutik.

Sementara itu, Kepala Desa Binor Hostifawati saat dihubungi harianmerdekapost.com, membenarkan kejadian yang menimpa warganya. Ia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paiton.

"Saat saya menelepon piket Polsek, tidak ada jawaban. Akhirnya saya melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa," kata Hostifawati. (Han/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar