Jumat, 29 Maret 2019

Tak Kunjung Memberi Keterangan Terkait Putranya, Wali Kota Surabaya Pilih Pergi Ke Luar Negeri



Surabaya, harianmerdekapost.com. Sikap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang sampai kini masih bungkam terkait pemeriksaan putra sulungnya Fuad Bernardi oleh Polda Jatim, menjadi pertanyaan publik. Fuad diduga terlibat dalam proses pengurusan ijin proyek basement RS. Siloam Hospital yang kemudian menjadi penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng.


Proses keluarnya ijin proyek tersebut juga dipastikan diketahui oleh Ery Cahyadi yang merupakan anak emas Risma. Saat itu Ery menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya.

Setelah tiga hari berlalu dari pemeriksaan anaknya oleh Polda Jatim, ternyata Risma belum juga memberikan keterangan. Malah dia diketehui berada di Luar Negeri, tepatnya di Kota St. Petersburg, Rusia.

Sebelumnya, Kasubag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser berjanji nantinya Wali Kota Risma akan segera memberi  keterangan terkait masalah tersebut. Namun waktunya dia belum bisa memastikan. Ketika Risma masih di Surabaya, Fikser selalu menghalangi wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Wali Kota Risma.

Fikser menjelaskan, kepergian Risma ke Luar Negeri atas undangan kunjungan kerja sebagai pembicara di International Education Forum. Forum tersebut menjadi sebuah platform terbuka untuk diskusi, dialog professional terbuka dan pertukaran pengalaman dari para ahli di bidang pendidikan.

"Jadi Ibu Wali Kota Risma diundang melalui Kedutaan Besar Rusia yang ada di Jakarta secara khusus sebagai pembicara di acara tersebut, pada plenolitation topic, 29 Maret," jelasnya.

Risma diketahui berangkat menuju Kota St. Petersburg, Rusia bersama Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan dan Kepala Bagian Umum dan Protokoler, Wiweik Widiyanti, pada hari Rabu (27/3/2019) malam, dan diperkirakan akan kembali tiba di Kota Surabaya pada hari Minggu (31/3).

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey mendukung penuh langkah Polda Jatim yang memeriksa Fuad Bernardi anak Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Politisi Partai Nasdem itu menilai, apa yang dilakukan Polda Jatim sebagai upaya penegakan Hukum yang tidak tebang pilih.

"Waw, luar biasa. Ini sudah pasti membuat publik terkejut," ujar Awey.

Menurutnya, dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, sejak awal nama Fuad sudah disebut terlibat. Namun untuk pemanggilannya merupakan kinerja profesional pihak Kepolisian.

"Jangan berhenti, usut tuntas. Ini membuktikan Polisi tidak tebang pilih," tegasnya.

Awey juga tidak menampik santernya nama Fuad yang disebut-sebut diduga masuk dalam jaringan mafia perijinan. Namun ia tetap berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah.

"Kan masih sebatas saksi, jadi ya prinsip praduga tak bersalah tetap harus dipegang," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, usai kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng akibat pembangunan basement RS. Siloam, inisial F sempat mencuat. Sehingga publik selalu bertanya-tanya. F diduga dari salah satu orang yang terlibat dalam proses perijinan dan perencanaan. Bahkan, Polisi sempat memasukkan inisial F kedalam daftar tersangka yang belakangan dikaitkan dengan nama Fuad Bernardi putra sulung Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. (Leman)

0 komentar:

Posting Komentar