Rabu, 20 Maret 2019

SATPOL PP SURABAYA NGAWUR


Surabaya harianmerdekapost.com
SATPOL PP Surabaya ngawur......tanpa ada kepastian hukum yang jelas anggota Satpol PP Surabaya main seruduk membongkar bangunan warung warga di daerah Darma Husada (sebelah SMK 5) rabu 20 Maret 2019 .

Padahal warga yang sudah lama 13 tahun berjualan di tempat tersebut mengantongi surat tanah yang sah yaitu Sertifikat Hak Milik (SHM). Atas dasar kepemilikan Surat tanah tersebut warga menolak pembongkaran yang dilakukan Sa
pol PP.

Seperti yang diutarakan Junay (57 th) warga jalan kali kepiting yang di wakili oleh SekJend Ormas Pagar jati mengatakan "pembongkaran ini cacat hukum dan sangat arogan dilakukan oleh aparatur sipil negara (APN) Satpol PP tersebut dikarenakan tidak pernah ada surat pemberitahuan kepada pihak warga yang menepati lahan tersebut, dan juga pihak Pemkot yang mengklaim (mengakui) tanah milik Pemkot tidak didasari dengan surat yang sah,kami akan gugat ke pengadilan terkait pembongkaran ini" dalih Zainul Fadli kepada wartawan.

"Jangan main hakim sendiri tanpa kepastian yang jelas,ini negara hukum ada aturannya,kalaupun tanah tersebut milik Pemkot harus ada pemberitahuan kepada para pedagang alias warga yang berjualan disini,saya sebagai kuasa dari warga akan menggugat kepada pihak Pemkot terkait pembongkaran bangunan yang tidak ada suratnya alias Bodong" ,tambah Fadli dilokasi kejadian.

Terpisah saat wartawan harian merdeka post mengkonfirmasi kepada Pihak Satpol PP, Joko mengatakan "bangunan tersebut betul kami bongkar karena tidak memiliki surat ijin mendirikan Bangunan dan letak tanah yang tidak jelas,silahkan lampirkan surat asli tanah yang sah kepada kami kalau memang betul warga mengantonginya." Jelas Joko mewakili Kasatpol PP di ruangannya.rabu 20/03/2019.
Editor rahem:
Jurnalis leman:

0 komentar:

Posting Komentar