Rabu, 06 Maret 2019

Sampah


Oleh: Ahmad Darojul Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono. Sekarang Oengajar di Iniv. Ibnu Chaldun, Jakarta)

Harianmerdekapost.com  Di beberapa tempat yang saya ketahui, masalah sampah cukup diatur dengan baik, sepanjang jalan tak ada sampah berserakan.
Seakan sampah boleh banyak tapi jangan terlihat mata telanjang lama2 harus cepat dibuang ketempat yang seharusnya.


Setiap rumah, didepannya sudah tersedia bak sampah sekaligus platik hitam yang siap membungkus sampah.
Bak sampah tidak dibiarkan terbuka harus tertutup dan tentu plastik hitam pembungkus sampah. Setidaknya hal ini yang bisa lihat dan rasakan ditempat tingal kami di Wyong Australia.
   Para petugas sampah berpakaian rapi tidak ada yang pakai sendal cepit, semua pakai sepatu but.
Terlihat para pekerja sektor ini penampilannya seperti pekerja sektor2 lain.
Hal ini dapat difahami karna kerja disektor ini gajinya sama dengan gaji disektor kantoran. Maka, gak aneh para pekerja sektor ini kendaraan roda empat dan kelayakan yang lain sudah hal biasa.

Tiap akhir pekan, saya dan teman2 buang sampah sisa yang belum diambil para petugas sampah. Tempat pembuangan sampah menurut saya sangat modern, pintu masuk bagai masuk layaknya diperkantoran, dan tidak ada sampah berserakan, karna sitiap sampah datang lansung dihancurkan lembut dicampur dengan tanah liat.
Pengelolaan sampah model ini, menurut saya aktualisasi hadits Nabi, " Annadzafatu minal iman " , kebersian bagian dari iman.

Jadi dibidang - bidang tertentu, keindahan ajaran islam diamalkan oleh orang non muslim.

Sangat relevan yang di ungkapkan DR.Muhammad Abduh, ketinggian dan keindahan islam, kadang tertutupi prilaku sebagian muslim sendiri.


Moga bangsa indonesa dan umat islam khususnya pewaris sah ketinggian dan keindahan ajaran islam bangkit dan merebut, meraih hikmah yang hilang.
ADA.,(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar