Sabtu, 02 Maret 2019

PTUN Tangani Penyerobotan Tanah Di Sekitar Wilayah Suramadu, Bangakan


Bangkalan, harianmerdekapost.com. PTUN bergerak cepat menangani kasus penyerobotan tanah yang terjadi di sekitar wilayah Suramadu, tepatnya di Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Petugas langsung turun ke lapangan untuk mengecek secara langsung lahan yang bersengketa tersebut, Jumat (1/3/2019).

Menurut Kepala Desa setempat, sekaligus sebagai Saksi, mengatakan kepada harianmerdekapost.com. tanah tersebut ada dua Obyek, semua terletak di Area Suramadu. Yang di depan milik Samsuri sebagai Ahli Waris dari Alm. Nami yang mempunyai anak bernama Diman. Sebagaimana diketahui, Diman adalah orang tua dari Samsuri. Sedangkan dibelakang millik Samsuri, tanah tersebut milik Ibu Nipah Rammeh.

Namun setelah proses setifikat selesai, tanah Ibu Nipah merembet dan meluas hingga ke tanah milik Samsuri, padahal batas-batasnya masih ada. Hingga akhirnya tanah milik Samsuri jadi satu obyek dengan tanah milik Ibu Nipah

Menurut saksi-saksi yang ada termasuk Kepala Dusun setempat, luas tanah milik Samsuri awalnya 1.520 M2. Namun, setelah terkena pembebasan Jalan Suramadu, luas tanah tersebut tersisa kurang lebih 700 M2.

"Saya selaku Kepala Desa setempat dan sekaligus sebagai saksi dilapangan, tanah tersebut memang ada dua Obyek, tapi setelah Sertifikat jadi, ternyata tanah tesebut jadi satu Obyek, An. Nipah Rammeh. Tanah yang didepan jelas milik Samsuri yang saat ini luasnya kurang lebih 700 M2, setelah terkena pembebasan Jalan Suramadu," tuturnya.

Lebih lanjut Kepala Desa menjelaskan, "Tanah tersebut bukanlah An. Karpai seperti yang di beritakan Media lain, melainkan An. Nami (Alm.) yang merupakan Nenek dari Samsuri. Sehingga jelas tanah tersebut jatuh kepada Samsuri sebagai Ahli Waris dari Alm. Nami. Dan saat ini Samsuri beserta Kuasa Hukumnya Sedang mengajukan gugatan ke PTUN," jelasnya.

Dari pantauan harianmerdekapost.com. Hakim Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya berserta anggotanya meninjau langsung lokasi yang menjadi sengketa tersebut. Para Hakim itu datang ke lokasi untuk memastikan dan memeriksa lokasi Obyek perkaranya, Jumat (1/3). Guna kepentingan acara sidang kedepan.

"Kami memeriksa lokasi Obyek perkaranya, apakah yang diperkarakan Obyeknya sama dengan Penggugat dan tergugat," ujar Hakim Ketua.

Editor m subhan:
Jurnalis mo tiger:

0 komentar:

Posting Komentar