Rabu, 27 Maret 2019

PMII Unitomo Adakan Seminar Nasional Serta Pelantikan


Surabaya harianmerdekapost.com
Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Perjuangan Unitomo kini memiliki pengurus baru. Seiring dengan dilantiknya pengurus komisariat yang baru periode 2019-2020 kemarin pada hari Senin 25/3/2019 di Gedung KH. M. Sholeh, Lantai 5 Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. 


Sebagai harapan dan semangat baru untuk PMII Komisariat Perjuangan Unitomo yang diketuai oleh sahabat Ahmadi Nija yang akrab dengan panggilan Slow.
”Alhamdulillah saya pastinya bersyukur dan bahagia. 

Selain itu saya juga terharu melihat antusiasnya para kader dengan semangat yang tinggi untuk berproses di PMII, ditambah lagi kehadiran 11 Komisariat dan rayon PMII Se-Surabaya di acara pelantikan dan seminar nasional Sastra & Budaya yang di hadiri oleh 3 (tiga) narasumber. Pertama, penyair sekaligus budayawan internasional KH. D. Zawawi Imron. Kedua, Wakil Rektor IV Unitomo, Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M. Ketiga, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unitomo, Dr. Metty Purnamasari, M.Pd. dan di sambut langsung oleh Rektor Unitomo Bapak Bachrul Amiq, SH., MH.” ujar Slow, Ketua Komisariat terpilih PMII Perjuangan Unitomo, Selasa (26/3/2019).

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya ini menyampaikan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Pelantikan. “Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Rapat Kerja untuk menyusun program kerja selama setahun kedepan,” ungkapnya.

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin diwujudkan sebagai program prioritas. Pertama, melakukan kaderisasi intelektual yang dilandasi dengan etika dan budaya PMII. Kedua, mewujudkan ekonomi organisasi pergerakan yang mandiri.
“Harapan saya kepada para senior untuk terus memberikan arahan, bimbingan dan support pada kami. 

Sedangkan harapan saya terhadap kader, bagaimana menjadi insan yang terus haus akan ilmu Allah,” urai Mahasiswa FIK Jurusan Public Relatios ini.
Slow, menambahkan bahwa dirinya selaku pimpinan tidak akan ada artinya tanpa dukungan pengurus komisariat diinternalnya yang lain. 

Oleh karena itu dirinya tetap berharap ada komunikasi yang baik dengan kader dan anggotanya yang lain beserta akan menjalin komunikasi dengan seluruh PK. PMII se-Surabaya untuk saling tukar pengalaman dibidang kaderisasi.
“Jangan putus komunikasi dalam arti yang sebenarnya. Kita juga akan berupaya menjalin silaturrahmi dengan para senior, kader dan anggota sebagai calon kader. Serta berupaya untuk berbuat yang terbaik demi kebaikan bersama yang bermanfaat bagi organisasi,” pungkas aktivis kelahiran Sumenep tersebut.

Sementara itu, Ketua Mabinkom PK. PMII Perjuangan Unitomo Syaiful Bahri, SH. menyampaikan, hendaknya seluruh kader dan pengurus yang baru dilantik mampu menjadi kader PMII dan pelajar yang baik, kader yang berakhlaqul karimah, berintelektual tinggi dan mempunyai pemahaman agama yang matang ala Aswaja.

“Semoga PMII Perjuangan Unitomo semakin berkembang sebagai organisasi pergerakan yang bermanfaat dan menjadi barometer pergerakan untuk mengawal kebijakan pemerintah dan dapat mewarnai masyarakat luas dengan tradisi ke-Islam-an yang rahmatan lil alamin serta membantu kaum mustadz afin yang marjinal,” ujar Syaiful Bahri. Lanjut pria yang berprofesi sebagai Pengacara ini menambahkan, bahwa jajaran Mabinkom dan para senior mengharapkan agar PK. PMII Perjuangan Unitomo menjadi wadah bagi para kadernya supaya mengembangkan ilmu dan keahliannya untuk menjadi kader yang profesional sesuai jurusan di fakultasnya masing-masing. “Semua itu bisa ditempuh melalui kajian dan diskusi yang dibimbing oleh pemateri yang ahli dibidangnya. 

Satu lagi, jangan lupa belajar dan berlatih wirausaha,” pungkas pria yang akrab disapa Ipung ini. (asmui)

0 komentar:

Posting Komentar