Senin, 11 Maret 2019

Persatuan Alumni dan Pecinta Ulama Kabupaten Sampang, Laporkan H. Taufik Ke Polres Pamekasan



Pamekasan. Harianmerdekapost.com_ 
Kabar tentang dilarangnya Lapangan Kramat dijadikan tempat Silaturrahmi dan Istighasah Kebangsaan yang sempat Viral dibeberapa media sosial  beberapa waktu yang lalu ternyata mendapat respon dari Persatuan Alumni dan Pecinta Ulama Kabupaten Sampang Madura Jawa timur. Senin, 11/3/2019


Persatuan Alumni dan Pecinta Ulama melaporkan H. Taufik alias Dulaya (50)  warga Dusun Barat, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan ke Polres Pamekasan Atas Dugaan Menyampaikan berita bohong terkait penempatan acara Silaturrahmi dan Istighasah kebangsaan beberapa waktu lalu. Pelaporan ini deterima oleh SPKT Polres Pamekasan dengan tanda Bukti Lapor Nomor. TBL./65/III/2019/JATIM/RES.PMK.


Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi bahwa 
Kronologi kejadiannya sebagai berikut: 
Lapangan Kramat yang terletak di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan memang dari awal sudah tidak diperkenankan  dijadikan tempat untuk kegiatan Politik dalam bentuk apapun, Hal ini sudah menjadi kesepakatan antar Ulama, Tokoh masyarakat, dan Pemerintah Desa Potoan Laok. Begitupula saat kedatangan Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu. Dengan tegas pihaknya tidak membolehkan menempati Lapangan Kramat jika kegiatan itu Bersifat kampanye, namun jika murni merupakan Kegiatan Istighosah maka diperbolehkan dengan melibatkan semua Pesantren yang ada disekitar tempat tersebut. Pernyataan itu sudah disampaikan secara jelas oleh pihak Kedes kepada HT melalui telepon seluler. Dan HT merespon dengan kata "iya" dengan artian si HT sudah Faham dan mengerti apa yang dimaksud Kepala desa, namun sangat disayangkan, HT menyampaikan pada pihak Panitia Penyambutan Prabowo bahwa diperbolehkan dan sudah mendapatkan ijin dari Kades setempat. 

Menerima laporan dari HT itulah Panitia Penyambutan Prabowo tentu senang, dan langsung membuat pengumuman atau Panflet bahwa tempat kedatangan Prabowo diletakkan di Lapangan kramat berdasarkan Laporan dari HT yang dipercaya sebagai penyambung komunikasi antar Panitia Penyambutan dengan Aparat Desa.

Tokoh dan Aparat Desa setempat  tetap konsisten dengan komitmen awal. Adapun panitia penyambutan sudah mengira bahwa pihaknya sudah benar-benar dapat ijin dari Pemerintah Desa Setempat. Setelah Panitia mengetahui bahwa memang sudah dari awal tidak diperkenankan tentu hal ini  membuat panitia tersinggung dan kecewa, seolah olah Mereka dipermainkan, jadi wajar jika Panitia kecewa, Hingga berita itu mencuat kepermukaan dan sempat viral di media sosial.

Bahkan sempat berdedar kabar bahwa dilarangnya tempat itu dikarnakan tidak dipekenankan oleh salah satu tokoh ulama di desa tersebut, ternyata berita itu tidak benar adanya, Berita tersebut murni dilakukan oleh oknum yang diduga akan mengadu domba Ulama.

Akibat berita dari HT inilah membuat Publik menyudutkan salah seorang Tokoh didesa tersebut, dan Hal ini membuat Persatuan Alumni Panyeppen dan pecinta ulama Kabupaten Sampang berinisiatif melaporkan HT. karna sudah diduga menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan pernyataan Kades kepada Panitia penyambutan Prabowo. 

Kedatangan Persatuan Alumni dan Pecinta Ulama ini diwakili oleh masing-masing Ketua Kordinator Alumni tingkat Kecamatan, turut hadir Perwakilan Alumni Kecamatan Karang Penang Basrohil dan Ustad Bahrowi, Kecamatan Sokobanah, Ketapang, Robatal, Surabaya dan beberapa wilayah lainnya. mereka mendatangi Mapolres Pamekasan guna ikut mengawal dan menyaksikan proses pelaporan, senin,11/3/2019

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Swarno mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan.

" Ya sudah kami terima barusan, Dan segera kami panggil untuk dimintai keterangan." Ujarnya.

Koordinator Pecinta Ulama Kabupaten Sampang Sabrai sebagai pelapor mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak terima jika ada orang yang sengaja mengadu domba Ulama. 

" Kami tidak terima atas apa yang dilakukan HT ini. Ini jelas bisa memecah kerukunan. Ini murni kesalahan si HT mas. Karna dia tidak jujur, Kami tidak mau dipecah oleh orang ini, Jadi kami tetap melaporkan HT ini ke Polres Pamekasan. Karna kami tidak mau hubungan antar alumni pesantren ada masalah. Karna dari dulu kami adalah saudara." Tegasnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sebelum melaporkan kepihak yang berwajib dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Dewan Pengasuh PP. Mambaul Ulum Bira timur KH. Ismail AQ.

"Yang perlu kami Tegaskan disini  bahwa sebelum kami melakukan pelaporan kami sudah sowan dan kordinasi langsung dengan Pengasuh Mambaul Ulum Bira timur yakni Lora Ismail, dan saya jelaskan pada beliau dari A sampai Z, mendengar penjelasan saya beliau kaget mas, dan Alhamdulillah beliau mengijini" Terang pelapor yang merupakan Kepala Desa Karang anyar Ketapang Sampang itu.

Untuk diketahui bahwa dalam situasi politik saat ini Panyeppen bersikap nitral dan tidak ada kaitannya dengan politik manapun.

Jurnalis: Abd. Basid

2 komentar:

  1. Selsaikan sampai tuntas........ Mudah2an cepat terselesaikan dan persatuan alumni tetap terjaga karna sesungguhnya alumni itu saudara sama2 santrinya yg mulia BANI ISBAT

    BalasHapus