Kamis, 28 Maret 2019

Pagar Jati Indonesia Apresiasi Kinerja Polda Jatim Atas Pemanggilan Terhadap Putra Risma



Surabaya, harianmerdekapost.com. Polda Jatim memanggil Fuad Bernardi, putra sulung Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) Sebagai saksi terkait kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Pemanggilan tersebut mendapat apresiasi dari Organisasi Masyarakat Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Indonesia, Kamis (28/3/2019)



Ketua DPC Surabaya Pagar Jati Indonesia Bagus Yudianto, SH mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Polri, khususnya Polda Jatim yang memberlakukan asas Equality Before The Law dalam penegakan Hukum. Menurutnya pemanggilan terhadap putra sulung Wali Kota Surabaya tersebut, setidaknya ada catatan yang bisa diambil oleh masyarakat tentang transparansi persoalan Hukum dan mengedepankan asas persamaan. 

"Kami sangat mengapresiasi kinerja Polri, Khususnya Polda Jatim. Dimana dalam pengekan Hukum tidak tebang pilih, dan memberlakukan Hukum bagi semua Warga Negara Indonesia," kata Bagus.Di sekretariat DPC jl Penataran 17 Surabaya

Bagus juga menambahkan, pihaknya tidak hanya mengapresiasi terhadap kinerja Polri, tapi ia juga bersimpati kepada putra sulung wali kota Surabya tersebut, yang bersedia memenuhi panggilan Polda Jatim.

"Kami juga bersimpati terhadap Fuad yang datang dengan gentle untuk memenuhi panggilan Polda Jatim," tambahnya.

Sejak terjadinya peristiwa amblesnya Jalan Raya Gubeng, hingga proses perbaikan yang dikebut oleh Pemkot Surabaya dan bisa difungsikan kembali, menurut Bagus sempat menuai bermacam-macam pertanyaan dari masyarakat. Diantaranya, persoalan Hukum yang menjadi sorotan publik. Siapa yang bertanggung jawab baik responsibility maupun accountability. Karenanya dalam menyikapi kasus tersebut, Pagar Jati Indonesia berharap aparat penegak Hukum mengedepankan asas persamaan Hukum.

"Semoga transparansi persoalan Hukum ini bisa menjadi harapan masyarakat. Dan menjadikan Warga Negara Indonesia sama dimata Hukum," pungkasnya. (Leman).

0 komentar:

Posting Komentar