Rabu, 20 Maret 2019

Kubangan Bekas Galian C Makan 4 Korban Jiwa Sekaligus




Bangkalan, harianmerdekapost.com. Kubangan bekas tambang galian C untuk tanah uruk di Dusun Berek Lorong, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan memakan 4 korban meninggal dunia, Rabu (20/3/2019) sore. 



Keempat korban adalah Haidar (8 th), Safik (7 th), Fadli (7 th), Lukman (6 th). Mereka meninggal dunia setelah tenggelam kedalam bekas galian C yang di ketahui oleh masyarakat kepemilikan BPWS

"Peristiwa terjadi Rabu (20/3/2019) sore. Korban berada di lokasi sejak pukul 16.00 WIB dan baru ditemukan meninggal pukul 18.00 WIB. Saat itu keempat korban sedang bermain di kubangan tersebut" kata warga setempat

Kejadian bermula ketika korban diajak berenang di kubangan bekas tambang bahan galian C yang tak jauh dari rumahnya selepas pulang dari madrasah. Hingga menjelang maghrib mereka tidak kunjung pulang ke rumahnya masing-masing. Sampai kedua orang tua korbanpun mencari anaknya dengan niatan agar anaknya lekas pergi mengaji.

Namun Naas, anaknya ditemukan tidak bernyawa di Bekas galian C yang merupakan kepemilikan BPWS
 Tanah ini awalnya merupakan kepemilikan warga setempat yang kini sudah di bebaskan dan menjadi hak milik BPWS

Sementara itu, Ketua LBH FAAM Moh. Taufik berpendapat, perusahaan atau pihak yang membiarkan galian tambang terbuka tanpa direklamasi bisa dikenakan pidana. Mereka yang terbukti lalai bisa dikenakan Pasal 359 KUHP dan Pasal 112 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Penambang yang terbukti lalai bisa dikenakan Pasal 359 KUHP dan Pasal 112 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," kata Taufik.

Sampai berita ini diturunkan, keempat korban masih berada di RSUD Bangkalan untuk menjalani otopsi yang dikawal oleh aparat Kepolisian setempat. 
Jurnalis : Yadi.
Editor     : Rahem

0 komentar:

Posting Komentar