Rabu, 20 Maret 2019

KoMAK Menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Supaya Bersikap Tegas.


Surabaya, Harianmerdekapost.com-Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KoMAK), audensi Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yang ke kedua (2) kalinya, untuk menindak lanjuti adanya indikasi pelanggaran.


Pelanggaran, penyalahgunaan jabatan, dimana yang berindikasi terkait monopoli penerbitan buku teks atau modul Bahasa Inggris, Sekolah Dasar di Surabaya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), rabu, (20/03/2019).

Maka dari itu KoMAK mengklarifikasi yang di temui oleh Bapak, Aston ( sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya) dan beberapa dari Kepala Sekolah dan juga Anggota Dinas. 

Iksan, (kepala dinas pendidikan kota surabaya) sayangnya tidak bisa menemui, informasi yang kami dapat bahwasanya, sedang mendampingi Ibu Wali Kota.

Hasil dari diskusi yang berjalan selama kurang lebih 2 (dua) jam, bahwasanya Dinas Pendidikan Kota Surabaya, tidak pernah merekomendasikan, mengetahui, mengijinkan penerbitan buku tersebut.

Dinas selalu mengitruksikan kepada seluruh kepala sekolah supaya tidak terprovokasi yang di terbitkan oleh penerbit, yang tidak jelas, apalagi mencantumkan nama yang kurang jelas.

"Jadi informasi dari kami sudah saya sampaikan bahwa itu hanya pencatutan  nama yang di masukan organisasi KKG dan logo KKG oleh penerbit, kemaren penerbitnya sudah saya panggil, dan sudah mengakui kesalahannya dan juga sudah membuat permintaan maaf, kajadian yang seperti ini baru kali pertama  terjadi", ucapnya Aston sekertaris.

"Harapan yang di sampaikan kita harus memperkuat diri supaya tidak terprovokasi, dan kita selalu konsolidasi terhadap pengawas lapangan seperti kepala sekolah", imbuhnya

Budiyanto Ketua KoMAK menyampaikan “Di sini kami ingin meminta penjelasan ke  Dinas Pendidikan Kota Surabaya tentang hasil temuan kami yang tertuang dalam surat pengaduan kami pada hari Senin, 18 Maret 2019," jelas Budi. 

Disamping itu, Pihaknya juga mendorong Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengambil tindakan tegas terkait insiden yang terjadi agar tidak menjadi catatan buruk di Dunia Pendidikan Kota Surabaya. 

"Kami mendorong Kepala Dinas untuk segera mengambil tindakan tegas kepada pihak yang mau bermain-main dengan dunia Pendidikan di Kota Surabaya agar hal ini tidak menjadi catatan buruk bagi dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kami akan terus mengawal hal ini sampai selesai," tegas lulusan Fakultas Hukum Unitomo ini.
(jhoe).

0 komentar:

Posting Komentar