Jumat, 08 Maret 2019

Ibu lbu PRA Dengok Ke IPHI Batu Itu Tepat Sekali


Laoporan: Sudono Syueb


Harianmerdekapost.com "Kalau Fungsionaris dan Anggota Pengurus Ranting Aisyiyah (PRA), Dengok, Paciran, Lamongan, sebanyak 60 orang melakukan Study Tour ke IPHI Batu, Malang hari Kamis 7/3 itu tepat sekali, karena IPHI Batu ini merupakan IPHI terbaik se Jawa Timur. Apa lagi yang membina IPHI Batu ini adalah 
bapak Drs. H. Naim Qodri, MAg dari Kemenag Jatim", demikian kata ibu Luluk Aida, ketua PRA Dengok, Paciran pada harianmerdekapost.com pagi tadi Jum'at, 8/3 2019
Pernyataan ibu Luluk itu dibenarkan oleh mas Noor Sang Penyayang, SSos, mantan mahasiswa saya di Fikom~Unitomo, Surabaya, "Bpk Drs. H. Naim Qodri, MAg yang dari Dengok, Paciran,  itu kan juga pengurus IPHI. Pantesan ibu ibu Aisyiyah, Dengok, Paciran, diarahkan ke IPHI Batu. Dimana Batu merupakan salah satu daerah dengan pengurus IPHI tersukses di seluruh Jatim",  demikian kata mas Noor Sang Penyayang, yang setelah lulus S1 bekerja di Kemenag Jawa Timur sampai sekarang.
   Apa lagi Study Tour Ibu ibu PRA Dengok ini, tambah ibu Luluk Aida yang juga guru di SMAN Dengok, Paciran, tidak hanya sekedar memanjakan mata di kota Batu yang terkenah indah, sejuk, ramah lingkungan dan banyak destinasi wisatanya, tapi juga ingin menambah ilmu keorganisasian yang berkaitan dengan dinamika gerakan Aisyiyah di Jawa Timur.
   Pernyataan ibu Luluk itu dibenarkan oleh Ibu Mar'atush Sholihah, salah seorang ketua PRA Dengok yang lain, "Kami ke IPHI Batu, Malang, ini ingin melakukan pemantapan pada semua pengurus dan anggota Asyiyah supaya semakin memahami visi~misi gerakan Aisyiyah Jawa Timur, khususnya di PRA Dengok, Paciran"


Karena itu, lanjut Sholihah, kami mengundang nara sumber dari Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Malang untuk memberikan motivasi dan pencerahan pada kami. Beliau adalah ibu Uzlifah Nugroho, SS. Ketepatan ibu Uzlifah ini berasal dari Lamongan dan menetap di malang bersama keluarganya, bapak Nugroho, yang berasal dari Malang.
"Dalam pengarahan itu, ibu Uzlifah menyampaikan bahwa pengurus dan anggota Aisyiyah militan adalah pengurus dan anggota Aisyiyah yang bisa membagi waktu antara pekerjaan, ibu rumah tangga dan organisasi Aisyiyah. Kalau bisa kegiatannya balance, seimbang antara pekerjaan dan organisasi, jangan sampai menoner duakan organisasi", papar ibu Sholihah yang alumni STITM Paciran tahun 1995 ini.


Selanjutnya ibu Sholihah sampaikan bahwa ibu Uzlifah Nugroho ini adalah sosok perempuan muda yang menginspirasi kita, begitu kuat keyakinan dan perjuagnya dalam organisasi Aisyiyah  PDA Kota Malang. Beliau ini sibuk sebagai wartawan Muhamnadiyah di Matan, Walidah dan juga konsultan Media dan sebagai ibu rumah tangga tapi juga aktif di organisasi Aisyiyah Kota Malang. 
   Sementara itu ibu Munjariyah, pengurus PRA Dengok yang lain menambahkan, sesibuk apa pun ibu ibu Aisyiyah, kata ibu Uzlifah, jangan sampai melupakan pendidikan anak anak kita baik formal maupun informal. Sebab ibu ibu adalah Madrasatul ula dalam keluarga.
   Dalam tahun politik ini ibu Uzlifah Nugroho ikut sebagai kontestan Caleg PAN untuk DPRD Kota Malang dapil Klojen kota Malang no urut 3

0 komentar:

Posting Komentar