Rabu, 27 Maret 2019

Datangi Kantor PWI Pasuruan, Dua Oknom Polisi Minta Maaf Atas Insiden Perampasan Dan Penghapusan File Liputan



Pasuruan, harianmerdekapost.com. Polres Pasuruan Kota akhirnya mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan di alun-alun Kota Pasuruan, Rabu (27/3/2019).

Kedatangan perwakilan Polres tersebut adalah bentuk komitmen Polres Pasuruan Kota untuk beritikad baik terhadap wartawan dan untuk meminta maaf atas insiden perampasan handphone (HP) dan penghapusan file liputan yang dilakukan oleh dua oknom anggotanya.

Dalam pertemuan itu, Polres Pasuruan Kota yang diwakili Kasubag Humas AKP Endy Purwanto mengajak dua oknom anggota polisi yang terlibat dalam kasus HP dan penghapusan file liputan milik dua wartawan untuk meminta maaf secara langsung kepada PWI Pasuruan atas insiden tersebut. Sebelumnya, dua oknom anggota Polisi merampas HP dan menghapus file liputan milik Ary Suprayogi, wartawan tvone dan Iwan Nur Hidayat, wartawan Suara-publik.com. tiga hari yang lalu.

"Kami mewakili institusi mohon maaf kalau anggota kami sempat salah paham. Kami menyadari tidak semua anggota Polisi kami yang mengetahui tugas-tugas jurnalistik. Hanya sebagian kecil saja yang memahaminya," kata Endy.

Endy menambahkan, pihaknya berharap kepada semua pihak untuk tidak membahas ulang permasalahan tersebut. Ia meminta kejadian tersebut harus saling dipahami bersama. Sekali lagi, pihaknya menegaskan permohonan maaf kepada PWI atas kesalah pahaman yang dilakukam oleh dua oknom anggotanya tersebut.

"Kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kami. Kami akan mensosialisasikan tugas-tugas jurnalistik kepada anggota. Kalau ada jurnalis datang meliput ya dilindungi. Saya jamin tidak akan ada lagi kejadian perampasan dan penghapusan file liputan yang terjadi," tambahnya.

Sementara itu, wartawan tvone, Ary Suprayogi mengatakan, insiden perampasan HP dan penghapusan file liputan jangan sampai terjadi lagi. Menurutnya, arogansi dua oknom Polisi itu sudah mencederai profesi wartawan.

"Kita sama-sama profesi, saling hormati masing-masing profesi. Jangan sembarangan. Toh, saya berkerja juga menghormati kode etik profesi Polisi. Saya tidak ingin ada kejadian ini terulang kembali. Biarkan ini menjadi pembelajaran dan edukasi untuk lainnya," kata Ary.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan melaporkan dua oknom Polisi itu ke ranah Hukum. Menurutnya, sesuai kesepakatan bersama teman-teman wartawan, pihaknya hanya menunggu itikad baik dari dua oknom Polisi tersebut.

"Ya sebenarnya esensinya adalah saya butuh kesadaran dari mereka. Keduanya datang kesini dan memohon maaf itu saya nilai sebagai hal terpenting dalam pembelajaran, yakni kesadaran. Percuma kalau diberi hukuman, tapi tidak sadar kalau dia salah. Sekali lagi, saya tegaskan jangan sampai ada lagi tindakan arogansi seperti ini," tutupnya. (Han/Anam).

0 komentar:

Posting Komentar