Selasa, 05 Maret 2019

Akhirnya Polisi Menghentikan Kasus Carok Rebutan Janda Di Lumajang Dengan Alasan Kemanusiaan


Lumajang, harianmerdekapost.com. Kasus carok yang dipicu masalah perebutan janda di Lumajang akhirnya diselesaikan melalui proses mediasi kedua belah pihak di Mapolres Lumajang, Selasa (5/3/2019).

Seperti diketahui sebelumnya, carok terjadi pada 4 Januari 2019 lalu, yang melibatkan Sholikin alias Topeng (40), warga Dusun Kedung Pakis, Desa/Kecamatan Pasirian, Lumajang, dan Mahfud (30), warga Dusun Krajan, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabuten Lumajang. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai sopir truk.

Insiden tersebut terjadi karena keduanya merebut hati seorang Janda bernama Suhartatik (42), warga Desa Lempeni,
Kecamatan Tempeh, Kebupaten Lumajang. Akibatnya kedua sopir truk itu mengalamai luka parah dan harus dirawat intensif di RS Bhayangkara.

Dari hasil yang dihimpun harianmerdekapost.com, keduanya merupakan pelaku sekaligus korban. Dalam kejadian tersebut, keduanya sama-sama terluka karena berusaha saling serang. 

Namun dalam perjalanannya, penyidik menghentikan kasus tersebut, dikarenakan kedua belah pihak menempuh jalan damai. Apalagi Suhartatik, perempuan yang menjadi rebutan hati kedua pria tersebut memilih jalan tengah. Ia memutuskan untuk tidak memilih keduanya dan memilih untuk berteman biasa satu sama lain.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan, pihaknya menghentikan kasus ini karena kedua belah pihak sepakat menyesali perbuatannya dan menyadari kesalahannya, sehingga keduanya memilih jalan damai.

"Merekan berdua juga masih memiliki anak yang harus dihidupi, sehingga jauh lebih bijak apabila kasus ini tidak kami lanjutkan atas dasar Restorative Justice, yaitu penyelesaian Pidana diluar Peradilan. Apalagi mereka sebenarnya sebagai pelaku juga sebagai korban dalam kasus ini. Saya berharap semoga tidak ada lagi pihak lain yang menyelesaikan masalah dengan cara carok di Lumajang," jelas Arsal, Selasa (5/3).

Arsal juga menambahkan, keduanya telah sepakat dan memutuskan untuk tidak lagi memperebutkan hati Suhartatik, karena mereka sama-sama punya anak yang masih perlu diberi nafkah.

"Jika hal ini terpikirkan dari awal, maka kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Oleh karena itu dalam menghadapi segala hal, seyogyanya kita menyelesaikan masalah dengan kepala dingin," tambah Arsal didepan kedua pria tersebut.

Perwira dengan dua melati dipundaknya itu mengatakan, seharusnya keduanya dikenakan Pasal 184 ayat 3 dengan ancaman Hukuman Penjara selama 4 tahun. Namun demi rasa kemanusiaan dilakukan proses mediasi, dan hasilnya kedua belah pihak sepakat memilih jalan damai. Akhirnya Polisi mengambil langkah untuk menghentikan kasus tindak pidana carok ini. (Han/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar