Minggu, 03 Februari 2019

Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Sambangi Kediaman Nenek Berusia 100 Tahun.



Pamekasan, Harianmerdekapost.com - Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Menyambangi Nenek Timah alias Buk Miskati yang berusia lebih 100 tahun di kediamannya Dusun Nah Darah, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, Senin, 4/2/2019.

Berawal dari unggahan status dari akun Facebook bernama Abd Baseeth Al-Faroby yang mengurai tentang keprihatinannya kepada seorang nenek bernama Timah alias Buk Miskati yang sempat viral beberapa minggu terakhir ini ternyata mendapat sambutan baik dari beberapa kalangan, tak terkecuali dari Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan.

Kedatangan Yayasan Cahaya Ummat bersama Crew Harianmerdekapost.com disambut baik oleh pihak keluarga nenek. 

Nur Mohammad Shaleh Anggota Yayasan Cahaya Ummat menuturkan, pihaknya sangat prihatin dan terpanggil hatinya untuk menyambangi kediaman nenek untuk memberikan santunan setelah melihat dan membaca postingan di Akun Facebook Abd. Baseeth Al-faroby tersebut.

"Jujur mas!.. kami langsung terenyuh begitu membaca status Fb itu. Makanya kami langsung berinisiatif untuk memberikan santunan ini meski bagi kami ini tidak seberapa." Tuturnya

Senada disampaikan Robi Juniwanto Anggota Tim Pemerhati sosial Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan. Iapun menyampaikan bahwa sudah merupakan kewajiban kita sebagai ummat yang hidup bersosial untuk lebih memperhatikan nasib orang-orang yang masih jauh dari kata sejahtera.

"Sebagai makhluk sosial kita juga punya kewajiban untuk lebih memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang masih jauh dari kata sejahtera." Terangnya.

Alimuddin (54) yang merupakan menantu dari nenek Timah mengaku senang atas bantuan yang sudah diterimanya. Iapun mengaku bahwa selama ini memang benar tidak pernah ada bantuan apapun baik dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Pamekasan. 

"Alhamdulillah pak. Kauleh sadhajah Bhunga tor senneng atas bhantoan epon panjenengan. Polan mulaeh ghuleh bedeh e ka'dinto tak toman olle bhantoan panapaah saos. Engghi dhari Dhisah otabhah dari Pamarenta laenah. Tak toman pak. (Alhamdulillah pak. Kami senang dan gembira atas  bantuan panjenengan, karna sejak saya berada disini kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun, baik dari Pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten)," Ujarnya.

Nur Muhammad Shaleh anggota Yayasan Cahaya Ummat sempat menawarkan jikapun pihak keluarga mau membawa si nenek kerumah sakit pihaknya siap menfasilitasi agar sinenek mendapatkan perawatan medis, namun salah seorang anak dari nenek Timah enggan atas tawaran tersebut mengingat nenek Timah alias buk Miskati sudah tidak memungkinkan dibawa kerumah sakit. 

"Kaulah benni tak Bhunga pak masalah kadhinto. Malah cek bhunganah,  Tapeh embu' kaintoh pon tak memungkinkan e bhaktah dhak masake' soalah pon ce' sepponah. (Kami bukan tidak senang meneriwa tawaran sampean pak. Malah kami sangat senang. Tapi ibu kami sudah tidak memungkinkan di bawa kerumah sakit, mengingat beliau sudah sangat renta)," Tuturnya.

Berbeda dengan pengakuan Alimuddin simantu nenek. Anak bungsu dari nenek inipun mengaku pernah mendapatkan tawaran yang sama dari Pemerintah Desa namun ia enggan menerima tawaran itu untuk di bawa kerumah sakit dengan alasan yang sama.

"Pernah jhugan pak, embu' kainto bik klebunah e bhaktaah dha' masake' keng guleh tak setuju polan embhu' kaintoh pon cek sepponah. Umur bliau insyaAllah langkong satos taon ampon. (Pernah juga pak, ibu ini ditawarkan mau dibawa kerumah sakit oleh pak kades namun saya yang tidak setuju karna ibu ini sudah sangat renta, insyaAllah ibu ini sudah lebih seratus tahun usianya)," Terang anak dari nenek Timah yang sudah tidak serumah dengan si nenek. Dan sudah tinggal bersama istrinya.



Reporter       : Moh. Hewi
Editor            : Abd. Basid

0 komentar:

Posting Komentar