Selasa, 05 Februari 2019

T e r a w a n g


Oleh: Ahmad Darojul Ali, SH

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono sekarang Pengajar fi Univ. Ibnu Chaldun, Hakarta)


Harianmerdekapost.com Berdiriku...
Terpejamku...
Kadang disitulah melihatku.


Berduyun.
Beribu - ribu..
Berjuta kilo..
Jalan yang ditempuh..

Kadang berhimpitan cara..
Kadang berlomba alat peraga..
Kadang larut malam baru kaki menginjak rumah indah kita..

Tak pelak..
Waktu..
Tenaga..
Juga dana..
Dia, aku, kita, mereka sering terjaga...


Kejar kemulyaankah..
Kejar keindahankah..
Kejar bintang gemintangkah..


Ketinggian..
Kemulyaan..
Keindahan..
Moqom terpuji..


Anggota dewan diantaranya..
Kemulyaan juga gak harus anggota dewan..


Sang pencerah..
Sang guru..
Sang Ustadz..
Sang dosen..
Adalah sekian jalan mulya dan profetik..


Kubaca dalam bashiroh..
Ditengah permainan..
Ditengah gegap gempita..
Ditengah eforia yang pasti berakhir..


Sebagian memanfaatkan situasi..
Bagai bal'am..
Bagai sengkuni.
Dan kadang dibungkus kembang dewi kunti...


Wahai..
Pagelaran pasti berakhir..
Jarak jutaan kilu tinggal beberapa hasta..
Moga kita jadi pemenang dengan terhormat..
Memetik kemulyaan dengan genderang kebenaran.

ADA.

0 komentar:

Posting Komentar