Jumat, 08 Februari 2019

Santri YTP Menemukan Jati Diri

Oleh: Bukhori at Tunisi

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan UIN SUKA, Yogyakarta)

Harianmerdekapost.com Alhamdulillah
Puja puji úntuk-Mu Allah
Tuhan sarwa alam
Dua hari nyepi, 
Tapi membanggakan hati

Doa Engkau kabulkan
Harapan jadi kenyataan
Impian bukan lamunan
Santriwati Yetepe dan santriwan
Kembali menemukan jati diri
Berani ke depan
Menuliskan fikiran
Dari pantun, puisi, syi'iran
maqalah hingga pemikiran

Doeloe kita sering berdebat di kamar hingga sekolahan
Tiada rikuh dan sungkan
Semuanya jernih, tulus, ikhlas, apa adanya.
Itu yang sejati
Dari santriwan YTP juga
Santriwati

Tiada alergi terhadap perbedaan
Semua tersaji dengan argumen dan pemikiran mendalam
Semua dengan bukti dalil syar'i dan logika fikiran
Bukan asal-asalan

Lama berlalu
Semangat itu melangkah ke belakang
Mungkin
Karena keadaan
Beradaptasi dengan kehidupan
Tapi hilangkah didikan sang resi begawan??
Syaikhona al-Awwal, al-Tsani, al-Tsalits. 
Itulah para masyayikh yang mencurahkan ilmu pengetahuan

Turast itu ada
Di dada, di fikiran, di lisan dan di tulisan

Ukirlah dalam-dalam ke batu pualam 
Ukiranmu kan kau temukan di darat dan seberang lautan
Ukiranmu menjulang tinggi mengudara ke angkasa

Itu karena kau temukan jatidiri-mu wahai santriwati dan santriwan

Ukirlah kuat-kuat di atas batu pualam
Kan kau temukan keabadian sepanjang zaman
Borobudur hingga Prambanan
Berabad telah dilalui
Tapi kau temukan abadi
Di alam
Tak lekang oleh panas
Tak rapuh karena hujan

Syari'at Tuhan
Itu mulai sejak Adam
Hingga Muhammad
Nabi penutup zaman
Tapi shuhufnya hilang
Abadi karena Al-Qur'an menyebutkan

Terjanglah ombak tinggi
Kan kau dapatkan kebanggaan
Naiklah ke Himalaya nan tinggi kan kau temukan keagungan Tuhan
Arungilah lautan kan kau temukan gelombang kehidupan

Detik, menit, jam, hari, sepekan, tahun, windu, abad kan berlalu

Tapi ukiranmu kan menjulang 
Meneruskan Gunadarma
Sang ilmuwan

Tataplah masa depan
Anak cucumu punya harapan
Menunggu turatsmu
Yang berupa ilmu
Bukan yang lain
Karena itu hanya lanjutan

Itulah sàntri YTP
Tiada gamang untuk mengemukakan
Ukiran itu kini nampak

Di daratan hingga seberang lautan
Dari Sukodono hingga Kalimantan
Mulai Yai Dono hingga laskar Lautan
Dari Pujangga alumni Kertosono 
Hingga penyair di dekat Tarakan

Kau mengada
Kau ada(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar