Kamis, 14 Februari 2019

Sabar Dalam Menghadapi Ketentuan Ketentuan Allah


Oleh: Sudono Syueb

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan FISIPOL UGM, Yogyakarta, sekarang dosen Fikom~Unitomo, Surabaya)

Harianmerdekapost.com Allah Subhanahu ws Ta'ala senantiasa mengingatkan Nabi dan Rasul kesayangan~Nya, Muhammad, supaya selalu bersabar dakam menghadapi ketetapan ketetapan dari Allah Ta'ala. Apakah itu ketetapan yang menggembirakan atau yang menyedihkan, karena itu sudah Qodarullah. Khithob Allah kepada Nabi Muhammad itu juga ditujukan pada umatnya, pada kita bangsa lndonesia ini. Maka mari kita senantiasa sabar dalam menghadapi situasi lndonesia sekarang ini. Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ  رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِ ۘ  اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌ 

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih."
(QS. Al-Qalam: Ayat 48)

Nabi Yunus tidak sabar dalam menghadapi kaumnya yang tidak mau memperhatikan dakwahnya, supaya tidak menyembah selain Allah. Karena itu Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah,

وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْه.....
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya..."
(QS. Al-Anbiya: Ayat 87)

   Kesulitan yang dihadapi Nabi Yunus adalah ketika dia menumpang prahu untuk pergi ke pulau lain, ternyata prahunya penuh muatan dan sedang dihantam angin n gelombang besar hingga mau tenggelam.

Allah Ta'ala berfirman:

اِذْ اَبَقَ اِلَى  الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ 
"(ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan,"
(QS. As-Saffat: Ayat 140)
Supaya kapal tidak tenngggelam maka nakoda sama penumpangnnya sepakat membuang sebagian baran muatan. Pembuangan sebagian barang sudah dilakukan tapi kapal masih mau tenggelam, maka langkah berikutnya mengurangi muatan manusia. Lalu diadakan undian, siapa yang namanya keluar dialah yang akan dilempar ke laut. Dan ternyata yang keluar namanya adalah Nabi Yunus
Allah SWT berfirman:

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَ 
"kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)."
(QS. As-Saffat: Ayat 141)

Allah SWT berfirman:

فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ

"Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."
(QS. As-Saffat: Ayat 142)

Menurut Ibnu Mas’ud, bahwa saat Yunus masuk ke kapal, maka kapal itu berhenti, sedangkan kapal-kapal yang lain bisa berjalan ke kanan dan kiri, lalu Yunus berkata, “Ada apa dengan kapalmu?” Mereka menjawab, “Kami tidak tahu.” Yunus berkata, “Sesungguhnya di dalamnya ada seorang hamba yang lari dari Tuhannya, dan sesungguhnya kapal itu tidak akan berjalan sampai kalian melempar orang itu.” Mereka berkata, “Adapun engkau wahai Nabi Allah, demi Allah, kami tidak akan melemparmu.” Lalu Yunus berkata kepada mereka, “Kalau begitu adakanlah undian, barang siapa yang keluar namanya, maka hendaklah ia menjatuhkan diri.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya dan para perawinya adalah tsiqah, Ahmad dalam Az Zuhd, Abd bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim).

Seandainya Nabi Yunus itu tidak termasuk ahli dzikir pada Allah, niscaya dia akan berada dalam perut ikan itu sampai kiyamat. Allah Ta'ala berfirman:

فَلَوْلَاۤ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ 
"Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,"
(QS. As-Saffat: Ayat 143)

لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖۤ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ 
"niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu)5 sampai hari Berbangkit."
(QS. As-Saffat: Ayat 144)

Allah SWT berfirman:

فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ  سَقِيْمٌ 
"Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit."
(QS. As-Saffat: Ayat 145)

Kalimah dzikir yang diucapkan oleh Nabi Yunus dalam perut ikan itu adalah kalimat berikut ini:

ِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ    ۖ  اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْن
َ  
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.""
(QS. Al-Anbiya: Ayat 87)

Lalu Allah SWT mengabulkan doanya Nabi Yunus, seperti firman~Nya:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۙ  وَنَجَّيْنٰهُ  مِنَ الْـغَمِّ  ؕ  وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Anbiya: Ayat 88)

Dan firman~Nya:

لَوْلَاۤ اَنْ تَدٰرَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ
"Sekiranya dia tidak ?  mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela."
(QS. Al-Qalam: Ayat 49) 

Karena selalu ingat pada Allah, maka. Nabi Yunus bisa selamat dan dipilih oleh Allah sebagai. Nabi dan. Rasul~Nya. Allah berfirman:

فَاجْتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
"Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh."
(QS. Al-Qalam: Ayat 50)

0 komentar:

Posting Komentar