Rabu, 20 Februari 2019

Penentuan Waktu Jam Debat Presiden


Oleh: Ali Hamdi, SH, MHI

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono, sekarang Ketua PA, Kab. Sidrap, Sul-Sel)

Harianmerdekapost.com Penentuan Waktu Jam Debat Calon Presiden 
Ditinjau dari kaca mata Ilmu Hisab
Pelaksanaan debat calon presiden yang telah diselenggarakan oleh KPU kemaren tanggal 17 Februari 2019, kalau dikaji dalam kaca mata ilmu hisab yang dihubungkan dengan kemaslahatan publik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ada beberapa permasalahan:
Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 41 tahun 1987, NKRI dibagi menjadi 3 Zona wilayah, Waktu Oindonesia Bagian Barat (WIB) Garis Bujur 105^ yang meliputi 18 Propinsi, Waktu Indonesia Tengah (WITA) 120^ yang meliputi 12 Propinsi, dan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) 135^ yang meliputi 4 Propinsi;
Waktu pelaksanaan debat calon presiden dilaksanakan pada hari Ahad mulai jam 20 WIB, sedangkan ditonton rakyat bagian Tengah mulai jam 21 WITA dan ditonton rakyat bagian Timur mulai jam 22 malam. Ini baru mulainya sedangkan selesainya menyesuaikan dengan lama waktu debat.
Disinilah letak kritik ilmu hisab bisa  dimainkan, dengan melihat wilayah zona waktu Indonesia yang terbagi secara sunatullah menjadi 3 zona, seharusnya panitia debat (baca KPU) bisa mempertimbangkan kondisi ini, semisal dapat mengalihkan jam waktu debat yang enak dan bisa dinikmati oleh rakyat  timur sampai barat dengan nyaman dan tidak menyusahkan seluruh kalangan berbagai segmen, semisal bagaimana jam pelaksanaan debat itu dilaksankan pada sore hari tapi semisal jam 18 sore, sehingga bisa ditangkap wilayah Indoinesia Tengah pada jam 19 WITA untuk wilayah Indonesia Tengah dan pada jam 20 WIT iuntuk Indoensia Timur.
Atau pada pagi hari pada hari libur dari wilayah WIB dan bisa dinikmati juga dari kawasan yang lain.
Walaupun ini kelihatan sepele tapi dalam kaca mata Ilmu Hisab sebebnarnya juga berimplementasi sosial bagi hak seluruh anak bangsa untuk mendapatkan hak informasi calon pemimpin masa depan Bangsa. Sehingga halangan mengantuk dan menggangu jam tidur anak bangsa bisa dihindari.
Inilah kritik ilmu Hisab yang perlu mendapatklan kajian bersama.(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar