Minggu, 10 Februari 2019

Obrolan Kecil


Oleh. Ust. Fahruddin

(Alumni Ponpes YTP. Kertosono)

Harianmerdekapost.com Pagi itu  udara sungguh sangat cerah dan ceria, 

Semilir angin sepoi sepoi membangkitkan lambaian dedaunan yang semula diam tak berkata apa apa..

Sahut sahutan kidungan suara burung  menambah suasana alam jadi syahdu nan membahana

Di kejauhan atas, langitpun tampak lukisan yang mempesona,
lukisan dari Dzat yang Maha Agung tanpa kuas dan tinta

Aku duduk di beranda muka dengan ditemani secangkir kopi panas yang sudah disiapi istri tercinta,

sungguh aku larut dalam ayat ayat kauni ciptaan Rob yang Maha Kuasa...

Namun lamunanku buyar seketika, ketika aku kedatangan seorang tamu separuh baya.
Tampak dari raut wajahnya ada sesuatu yang terpikir dan jadi  beban hidupnya,
lama dia diam membisu tak berkata-kata...
suasana pagi yang ceria jd hening dan histeria..

Sambil meminum kopi hangat aku memberanikan diri tuk membuka brownis (obrolan manis)...
Dengan nada datar akhirnya diapun mulai ucapannya dengan flashback tatanan kehidupan di tahun 70 sampai  90 an... 

Kata dia : " dulu hidup dlm keadaan serba kurang, penghasilan murni dari cocok tanam namun indahnya tidak terbayangkan, anak anak tak banyak tuntutan, akhlak kehidupan betul betul jadi pijakan... 

Namun kini hidup serba mapan dan kecukupan, hati dibikin pusing kepayang, anak tak lagi mengenal adab dan sopan, tata krama kehidupan sudah terabaikan, terkikis oleh abrasi zaman, bahkan agamapun bisa tergadaikan.

Aku hanya termanggut-manggut mengiyakan.(Sudono Syueb/ed)

Medio, 2 jan '19

0 komentar:

Posting Komentar