Jumat, 08 Februari 2019

Obrolan Alumni YTP Part 8: Melalui Pantun Nasihat Agar Hidup Penuh Rahmat


Disusun Sudono Syueb

Harianmerdekapost.com Ngobrol antar alumni YTP lewat pantun nasihat kali ini dibuka oleh ustafz Fahruddin dengan pentun Emak Emak yang menggendong bayi dan bangga karena suaminya tak ingin kawin lagi berikut ini:

Emak emak berbaris rapi
Berdiri sambil nggendong bayi

Bahagialah hidup ini
Bila hati bersinar cahaya Ilahi Robbi

Beli tahu di kota Kediri
Kesana naik kereta api

Emak emak yg ada di group wa ini berbangga diri
Punya suami tak ingin beristri lagi..

Pantun emak emaknya tadz Fahruddin direspon oleh pemulung tua, 
Sudono Syueb, tentang penjual madu yang gigit jari karena bapak bapak tidak suka "madu" lagi seoerti berikut ini: 

Emak emak di grup ini senang sekali
Karna suaminya tak mau ber~madu lagi

Tapi ada yang gigit jari
Karena jualan madunya ga ada yang beli 
😀😀😀

Yang sudah sering minum madu
Malah ingin sekali ber~madu
Karna ingin tahu bagaimana lezatnya rasa madu

Yang belum pernah minum madu
Malah tak ingin ber~madu
Karna tak ingin tahu pahit manisnya punya madu

Hidup ini hanya sekali
Mari nikmati hidup ini
Tanpa resiko yang membebani

Madu itu manis sekali sudah terbukti
Tapi banyak yang memiliki madu lagi
Siang malam tak henti henti
Selalu mencari rizeki
Untuk kebutuhan hidup para anak dan para istri

Memang enak punya madu???
Enak dan tidak enak Beeee.....
Kate siape...?
He he he.......

Sambil muroja'ah, yai Anrozi ikut nimbrung berpantun hingga obrolan ini semakin gayeng:

Numpak cikar nang Sedayu 
Cikare akeh momot parine 
Emak emak group iki pancen ayu ayu 
Soale terus podo jogo atine

Matahari memantulkan cahaya 
Selalu terbit di pagi hari 
Cinta Mulia membawa bahagia 
Cinta Sejati dibawa sampai mati

Sejurus kemudian, Sudono Syueb, setelah bantu korah korah di dapur, ikut nambahi pantun lagi:

Burung merpati terbang tinggi
Burung sriti terbang mengitari sawah

Pagi pagi enaknya ikut ngaji
Ustadnya yai Amrozi alumni Ar Raudhotul ilmiyah

Habis ngaji minum teh atau kopi
Camilannya wingko babat

Mari kita selalu ikuti sunnah Nabi
Agar hidup kita tidak tersesat

Wingko babat jajanan tradisi
Harganya murah rasanya nikmat

Ayo konco konco hidup sesuai syar'i
Agar Allah selalu memberi rahmat.

Karena sudah kadung suka dengan pantun, dimana pun berpantun, seoerti yai Ihsan ini, walau di atas kereta api pun ikut betpantun: 

Maunya ikut ngobrol , tapi sayang saat ini lagi duduk di kursi
Bukan kursi pesakitan loh...
Kursi bukan sembarang
Kursi yang ini bisa jalan sendiri
Kursi berada dalam kereta beroda besi

Bicara soal madu Syeh Bukhori memang piawai, karens dia sering diskusi tentang khasiat madu dengan kawan akrabnya seorang  dai jaringan DDII yang sudah puluhan tahun berdakwah bil lisan dan bil hal yaitu ustadz Mubarrok yang juga penjual madu asli, berikut ini pantun madunya syeh Bu : 

Madu Barok-ah
Benar-benar madu
Madu dari lebah hutan jati Pantura
Rasanya manis menyengat
Karena dari bunga-bunga muda nan hangat
Madunya berkhasiat
Memberi semangat tuk mengangkat harkat masyarakat
Madunya ber-ATM
Beras memberi berkat
Untuk kaum papa nan melara

Tugas dai membawa madu yang mujarab
Madunya tidak membawa masyarakat tiarap, tidur dan senyap

Dainya membawa madu murni 
Mrngajak dengan hati nurani
Biar berdaya mandiri dan berdikari

Dai mengajak bukan untuk dipuja dan dipuji
Tapi bisa mendekat Ilahi
Dengan infaq 
Menegakkan Din Ilahi

Yang membuka obtolan alumni YTP Part 8 ini tadi ustsdz Fahruddin dengan pantun Emak emaknya, maka obrolan ini sebelum ditutup yai Amrozi, tadz Fahruddin menambahi  dengan nasihat pada para Istri istri jangan suka cemberut ;

Pantura gudangnya ikan laut
Ikan laut banyak proteinnya

Istri2 jangan cemberut
Klo tdk ingin suami beristri dua

Lalu obrolan in ditutup oleh yai Amrozi dengan pantun ajakan agar selalu mengikuti petuah petuah Allah supaya hidum ini ayem tentrem: 

Budal nang Sedayu tuku terasi 
Tokone jenenge Toko Marem 
Ayo Konco2 podo ngikuti petuah Ilahi 
Supoyo uripe awak dewe ayem tentrem

0 komentar:

Posting Komentar