Minggu, 03 Februari 2019

langgar kidul


Oleh: Ustadz Ahmad Darojul Ali, SH

(Alumni Ponpes YTP dan Pengajar di Universitas Ibnu Chaldun. Jakarta)


Harianmerdekapost.com Setiap bulan puasa , di desa wilayah kediri agak dekat lereng gunung kelut..
Diadakan musabaqoh sima'an baca al quran..
Sima'an disini tentu baca al quran satu ruku' lalu diteruskan ayat berikutnya bergantian seluruh wakil masjid dan musholla di desa..
Agenda ini sangat semarak setiap bulan romadhon..
Setiap malam tempatnya pindah dari mushala dan masjid desa..
Kalau peserta sima'an yang laki2 di masjid dan mushalla yang perempuan pindah2 tiap malam dari rumah kerumah warga.
Setiap masjid dan mushalla atau rumah warga bila dapat giliran musabaqoh ini senangnya bukan main.
Para pengurus dan pemilik rumah akan menghiyas masjid dan rumahnya sedemikian rupa.
Tahun 80 an, hadiah musabaqoh ini no. 1 dapat lampu petromak, sebuah hadiah yang fantastis dimasanya karna maoritas penduduk desa pakai lampu ublik tiap malamnya.

Langgar kidul sering dapat hadiah lampu petromak, karna jadi juara umum.

Ada anak2 muda yang tertarik ngaji dilanggar kidul, padahal anak2 muda tadi didekat rahnya juga ada masjid atau mushala.
Tapi mereka kepencut ingin belajar ngaji ke langgar kidul.

Orang tua anak2 muda tadi sering mengintrograsi sepulang kerumahnya.


Le,
Awakmu mambengi muleh wengi ngaji nek endi ?
( nak, kamu malam tadi belajar ngaji di mana ).

Anak2 muda belia tadi pada jujur jawabnya.

Nek langgar kidul Pak.
( dilanggar kidul Pak ).

Orang tua jawab tegas.
Le, 
Dilanggar kidul betul pemudanya pintar2 ngaji.
Tapi mulai besok malam ngaji aja di langgar tengah.
Anaknya bertanya..
Memang kenapa bapak harus ngaji nek langgar tengah ?

Bapaknya jawab,
Lah,
Awakmukan wis weruh langgar kidul iku Ahmad Dahlan,
Lah awake dewekan Hasyim asyari..

Anak2 muda itu pada jawab,
Pak konco2ku langgar kidul kan kabeh murite bapak nek klup bal balan deso kepriye bapak...


Bapaknya sambil minum kopi hitam asli lereng gunung kelut menjawab..

Yowis ngaji nek endi wai, sing penting musabaqoh sima'an bulan romadhon awakmu kudu gondol LAMPU PITROMAK...
😀😀(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar