Minggu, 17 Februari 2019

LAIN DULU LAIN SEKARANG


By  : Ihsanuddin

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianmerdekapost.com Sawah......
Tegal....
Apa bedanya ...?
Dulu disaat persiapan musim tanam, kaum miskin bisa menjadi buruh mencangkul atau mbajak sawah maupun tegal
Dulu memang bagi mereka yang tak memiliki lahan, dapat ikut gembira melihat tanaman jagung yang mulai berbuah, melihat tanaman padi yang mulai menguning.
Karena setidaknya si miskin pada musim panen dapat Ikut menjadi buruh memanen jagung maupun padi, walaupun kadang imbalan yang diterima tak seimbang dengan kelelahan yang dirasa.
Atau si miskin dapat menjadi buruh menumbuk padi, walaupun upahnya  hanya cukup buat makan sehari.
Tapi kini si miskin jadi merana
Tenaganya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh si kaya.
Semua telah berubah
Si miskin semakin payah dan susah
Mau jadi buruh tani sudah tak dapat jatah.
Dunia sudah terbalik
Mau jadi buruh membajak sawah harus kaya dulu
Mau jadi buruh menumbuk padi harus kaya dulu
Si miskin tak memiliki traktor
Si miskin tak memiliki mesin penggiling padi
Maka apa yang diharapkan..?!
Sawah...
Tegal....
Tak ada bedanya bagi si miskin

Masih adakah hak hidup dan menghidupi keluarga bagi si miskin ?
Jadi buruh tani, haknya sudah dirampas oleh si kaya
Mau jadi pedagang , modal tak ada
Jadi PKL , di kejar-kejar polisi pamong praja, karena dianggap liar dan melanggar Perda 
Mau buruh nyuci, kalah dengan laundry.

Lalu apa ..
Dan apa....
Sawah...
Tegal....
Semua sama saja(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar