Jumat, 08 Februari 2019

Kumpulan Puisi Alumni YTP: Pemulung Tua

By: Sudono Syueb & lhsanuddin


Pemulung Tua

By: Sudono Syueb

Harianmerdekapost.com Aku hanyalah seorang pemulung tua
Yang berjalan tertatih tatih dari lorong WA ke lorong WA yang lain yang masih belum terkunci rapat

Untuk mengais kata kata yang masih enak dirangkai dalam kalimat

Aku hanyalah seorang pemulung tua
Yang memungut kalimat demi kalimat 
yang masih cocok untuk dijadikan paragraf paragraf ilmiyat

Aku hanyalah seorang pemulung tua
Yang mengambil untaian untaian kata dan kalimat yang penuh hikmat 
Tapi tak terawat
Untuk dijadikan jimat di masa yang akan lewat

Aku hanyalah seorang pemulung tua
Yang membungkus paragraf paragraf yang lahir dari akal sehat
Tapi masih berada di sekat sekat maklumat

Untuk diukir pada batu padat
Agar bisa dibaca dan dilihat
Oleh para dzurriyat
Beratus ratus tahun yang akan lewat

Aku hanyalah seorang pemulung tua 
yang sebentar lagi istirahat
Di bilik transit
Menuju akhirat
~~~~~~

KAU PEMULUNG TUA 2

By : Ihsanuddin


Kau pemulung tua 
Benarkah itu..
Sungguh tak terduga
Selama itu
Butir-butir kata kau tata
Dari batu krikil hingga mutiara
Semua kau susun rapi
Bagaikan seni mozaik nan islami

Kau pemulung tua
Sungguh aku tak menduga
Kau kumpulkan butir-butir kata
Dari kantong-kantong wa yang ada
Terciptalah untaian kata
Yang membahana dijagat maya

Kau pemulung tua
Ketuaan mu bukan halangan
Meski tertatih kau tetap tegar
Bagai panglima penggerak laskar

Pion-pion YTP kau tuntun maju ke depan
Selangkah demi selangkah meniti harapan
Memang kadang kau berhenti
Mengatur nafas merehat diri
Harapanmu sangat mulia 
Alumni YTP kan tetap jaya

Kau pemulung tua
Pandanganmu tajam nan peka
Biar jasad termakan usia
Jejak YTP- mu tetap membara

Hanya Allah yang maha tahu
Dengan langkah kearifanmu
Semoga tidak cuma disini
Tapi hingga diakhir nanti

Barokallahu laka
Yaa ustadz  Sudono Syueb.
~~~~~~

Pemulung Tua 3

By: Sudono Syueb

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh pemulung tua

Yang kakinya tak lagi lincah mengayun
Jalannya pun sudah mulai terhuyung huyung
Jarak yg ditempuh pun hanya sepanjang pring petung
Setela itu duduk termenung
Menata nafas supaya tersambung
Agar bisa melanjutkan perjalanan lagi sampai ke ujung 
Meski badannya limbung

Tak banyak yg bisa dilakukan oleh pemulung tua
Yang tangannya sudah buyutan
Pegang satu kata pun sudah goyang goyang
Apa lagi satu kalimat panjang
Tak mampu lagi tangan itu menopang
Untuk dipajang
Agar terbaca oleh setiap orang

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh pemulung tua
Yang matanya sudah mulai rabun
Tak lagi lancar membaca kalam Tuhan
Baik yang terekam dalam Al Qur'an
Maupun yang terbentang pada semesta alam
Apa lagi baca surat yang dikirimkan sang mantan

Tak banyak yang bisa dilakukan ileh pemulung tua
Yang pendengarannya sudah mulai mengiang ngiang
Tak lagi bisa menangkap pesan secara terang
Hingga sering salah faham

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh pemulung tua
Kecuali hanya mengenang masa silam
Yang sudah usang
Tak lagi bisa dibangga banggakan
Pada anak anak zaman sekarang

Pemulung tua datang 
Setelah itu menghilang
~~~~~~

Pemulung Tua 4

By: lhsanuddin

Pemulung tua sabarlah menunggu
Hari ini belumlah petang
Anak cucu masihlah rindu
Untuk bercengkrama berbincang-bincang

Usah hiraukan  terbangnya burung
Apalagi gelombang Samudera
Anak cucu kan ikut nimbrung
Agar hati mereka gembira

0 komentar:

Posting Komentar