Senin, 04 Februari 2019

Kumpulan Puisi Alumni YTP: HIDUP INI UNTUK APA & BENALU KUASA


Oleh: lhsanuddin & Bukhiri At Tunisi


Hidup Ini Untuk Apa

Oleh: Ihsanuddin
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)


Harianmerdekapost.com Mengapa kau tabur biji-biji delima di tanah tandus nan gersang
Sementara kebun dan lahanmu penuh rumput ilalang
Mengapa pohon mangga dan jambu kau tebang
Sementara benalu kau pupuk dan kau sayang

Hidup ini untuk apa
Tiada fikir
Tiada dzikir
Tiada upaya
Jiwapun fakir
Lalu hidup untuk siapa

Sekilas bumi merintih
Rumput kering khusu' bertasbih
Pada siapa dia berharap
Saat mata dan hati pekat nan gelap
Titik-titik air mata tak lagi guna
Tersaput hasrat nafsu durjana
Lembar daun tak lagi utuh
Tertiup angin terkulai jatuh

Rintih tangis buang derita
Sedusedan suara duka
Luap hati sedih nan lara
Alun merdu kata pujangga

Riuh gemuruh sorak jawara
Bising nyaring pekak telinga
Remuk redam rasa didada
Menusuk tajam bara neraka

Wahai jiwa Muthmainnah
Jangan kau manja si lauwamah
Panjatkan doa ciumlah tanah
Dia yang di atas Maha Pemurah
Bisikmu lewat sujudmu
Kan terdengar di langit ketujuh
~~~~~~~

BENALU KUASA

Oleh: Bukhori At Tunisi
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Pohon-pohon sama buta
Tak tahu benalu bergelayut menusuk dari dalam  dekapan

Pohon-pohon gembira
Benalu-benalu datang
bak teman nan ramah
Berbaju sorban, berkalung tasbih dan berjas mewah

Tàk tahunya, menusuk pori dari dàlàm
menghisap getàh
penuh serakah

Luka tàk nampàk, tapi menganga di dalam
Dihisap lahap
Hingga tak berdaya
Si Pohon diam seribu bahasa

Kubangan luka menganga lebàr
Penuh nanàh
busuk bau di mana-mana
Tàpi tertutup kulit benalu
Hingga nampak ayu
Berhias bunga-bunga
Sembilu

Sang pohon mati berdiri
Terqubur dalam kuasanyà
Terkapar dalam kubangàn dosa
Karenà kesadaran logika warasnya
 tak kuasa lepas merdeka dari jeratan benalu yang menggurita

Darah berceceran di mana-mana
Hikmah jadi comberan
Kebenaran jadi sampah
Yàng benar dipenjara
Yàng salah tertawa

Benalu kuasa
menggurita di mana-mana
Tapi pohon buta
Tak tahu apa-apa

Benalu menghias kuasa dengan bunga-bunga beracun dibalut warna

Betapa banyak negeri ini
Ditumbuhi benalu
Karena sang pohon lemah tàk kuasa
Ia hanya petugas yang berdiri saja
Bisanya: Kerja kerja kerja

Hidup dari sokongàn parasit penyusup Kuasa
Tàk tahunya...
Membawa kotak Pandora
Sakitlah seluruh negeri
Miskin hati
Akal sehat mati
Nurani mati suri

Ingàt !!!!
2019
Pohon hàrus gànti
Dengan Syajarah Thàyyibah
Ashluha tsabitun
Far'uha fis sama'
~~~~~~~


Duhai Ibu Pertiwi

Oleh: Ihsanuddin
(Alumni Pinpes YTP, Kertosono) 

Duhai ibu Pertiwi
Maafkanlah putra-putramu ini
Tak sadar bukanlah mati suri 
Lintas malam ilusi mimpi

Duhai ibu Pertiwi
Diam ini bukan durhaka
Juga bukan ingkar janji
Banyak orang bicara dosa
Halal haram embat juga

Wahai ibu Pertiwi
Pintu maaf bagi sang putra 
Sembah sujud pada yang Esa
Hindar kobar api neraka

0 komentar:

Posting Komentar