Jumat, 01 Februari 2019

Kumpulan Puisi Alumni YTP: BUMI REMPAH-REMPAH


Oleh: Zainul Muttaqin, Sudono Syueb dan Ihsanuddin

Bumi Rempah Rempah

Buah Karya : Zainul Muttaqin Sa'i Chalimah Pemuda Muhammadiyah Sedayulawas Dan Pujangga Ponpes YTP Kertosono. 

Harianmerdekapost.com Bumi rempah-rempah. 
Sekarung pasir penjajah. 
Gunus emas tidur nyenyak di gugah. 
Rumah Si kecil megah sedetik pindah tuan rumah. 

Bumi rempah-rempah. 
Sepi, sunyi nan kering jatah. 
Melimpah ruah sumber alam ganjil berbuah. 
Bukan kering kerontang, tapi tikus raksasa pemakan buah dan sejenisnya nyali hewani penadah. 

Kesenjangan sosial semua makhluk angkanya 100 '/, yang terendah. 
Dimana-mana ingin berubah. 
Komunitas semut ingin sebentar saja jadi gajah. 
Komunitas gajah tetap mau tak mengalah. 

Teriakan halilintar mengultimatum jangan rebutan mari berbenah. 
Bumi rempah-rempah....?. 
Mari panen mandiri kembali berulah. 
Tangan sepuluh ini pemilik tanah!.

Ini Bumiku

By: sudonosyueb

Ini bumiku yang tidak hanya kaya rempah rempah
Ada juga emas dan falsafah
Ada minyak dan akhlaqul karimah Ada batubara dan hikmah
Ada gas dan sastra
Semua itu anugrah Allah
Sejak zaman dahulu kala
Tanpa kita minta
Telah tersedia
Apa lagi kalau meminta~Nya

Lalu kenapa kita melupakan~Nya
Mendustakan nikmat~Nya
Melalaikan perintah~Nya
Mengabaikan larangan~Nya

Fa bi ayyi aalaai Rabbikumaa Tukadzdziban ???

~~~~~


KEMANUSIAAN DAN TAUHID

Buah Karya : Zainul Muttaqin Sa'i Chalimah Pemuda Muhammadiyah Sedayulawas Dan Pujangga Ponpes YTP Kertosono. 

Binatang Brengkulon berwarna semua bentuk. 
Itu Kemanusiaan asli. 
Binatang Brengkulon warna aslinya tak berbentuk. 
Itu Tauhid murni. 

Kemanusiaan kita sejajar seinsani dan alam semesta ini. 
Semua kita sejajarkan sesuai porsi. 
Tauhid kita wajib mengabdi murni ke Illahi. 
Semua kita sentuh bersadar kita benda mati..?. 

Kemanusiaan kasih sayang kita tulus sesama. 
Tauhid kita hamba bukan Tuhan. 
Kemanusiaan itu hukum lembut. 
Tauhid itu hukum tegas. 
AKU ISLAM... 
DAN AKU MANUSIA.
~~~~~

ABAIKANLAH

By : Ihsanuddin



Tindak tanduk nan adab
Tingkah laku dan sifat
Terseret nafsu biadab
Tak terkontrol sehingga tamat 

Dua clurit diatas kepala
Dua clurit dikepala baqarah
Dua clurit adalah senjata Aria Dwipangga
Pendekar syair berdarah setengah gila
Haus darah dendam membara
Clurit kembar sumber petaka

Sabit
Arit
Clurit
Semua tajam
Tapi tak setajam clurit Sakera
Yang mampu membabat leher anthek penjajah
Dua sabit abaikanlah
Anggap saja seonggok sampah

Sabit kembar dikepala Baqarah
Usah terpikir lupakan saja
Lama kan patah 
Sampah tak guna

Mawas diri nan hati-hati
Sabar tawakal sucikan hati
Tetap jaga ibu Pertiwi
Libas jauh iri dan dengki

Sifat luhur yang terukur
Melebur kedalam jiwa
Sejuk nyaman libas takabur
Menggusur nafsu Angkara murka(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar