Selasa, 12 Februari 2019

Kumpulan Puisi Alumni YTP: Angin Berlari, Realiti, Mendayung, Bukit Tinggi dan Panas~Dingin


Oleh: Bukhori At Tunisi, Sudono Syueb dan Ahmad Darojul Ali

***

Harianmerdekapost.com Angin Berlari

By: Bukhori At Tunisi

Angin berlari, jangan sendiri
Meninggalkan pujangga seorang diri
Hembusanmu membawa petaka, saat topan menerpa

Tapi, kan bahagia kalau kau punya kendali
Bahkan kincir pun bisa berputar karena mamiri

Walau hawa membara
Tunggu, Sang Hawa pasti tiba
Badai kan sirna
Tinggal badai di hati
Hingga gempa terjadi
Saat mahligai menghampiri

Pujangga kan terbuai
Bukan lagi mimpi
Tapi realiti
***

Realiti

By: sudono syueb

Kalau sudah jadi realiti
Jangan biarkan sepi
Memagut diri

Terus dihampiri
Kopi yang telah tersaji
Mari dicicipi
Sebelum bersilancar di atas dua bukit tinggi
***

Mendayung

Bukhori At Tunisi

Mendayung di antara bukit
Angin sepoi di tengah selat
Gelombang menerjang hebat
Karang-karang goyah begitu hebat
Diterpa gempa dahsyat
Sang pujangga melepaskan parodinya
Sambil memetik gitat
Di keheningan malam
Tafakkur bergelayut
Di tepi pantai
Angin mendesir
Mengheningkan suasana
Tapi ada Hawa
Hingga dingin tak terasa
Karena pelukan sang hawa
***

Bukit Tinggi

By: Ahmad Darojul Ali

Dibukit tinggi..
Ku urai tandusnya hati..
Ku petakan selimut negri.
Jejak2 sang pendiri..

Generasi hari ini..
Sengaja membelokan kekiri..
Seakan tak terjadi..
Gerakan 30 S PKI..
Dengan berani memojokkan TNI..

Angin bertiup kuberdiri..
Kuangkat kedua tangan bagai muadzin dipucuk menara Masjid kediri..


Terdengar dan bangkit kader punya jati diri..
Tak ingin berlari..
Tak mudah terhempas madu kekuasaan tapi racun berduri..
***

Panas dan Dingin

By: Sudono Syueb

Hawa panas meradang
Hawa dingin menggigil
Panas dan dingin menyatu di antara dua bukit
Terjepit
Karang sempit
Merakit rakit
Tak menjerit

Dua bukit
Gairah bangkit
Tanpa sabit
Hanya pengungkit
Yang sedang bangkit
Menuju dua bukit

0 komentar:

Posting Komentar