Minggu, 10 Februari 2019

Kumpulan Prosa Alumni YYP: Jalan Terus Apa Pulang?


Oleh: Sudono Syueb, Bukhori At Tunisi, Ihsanuddin dan Zainul Muttaqin

Harianmerdekapost.com Jalan Terus apa pulang?

By: Sudono Syueb

Baru beberapa langkah berjalan
Angin kencang menghantam 
Pohon pohon tumbang
Atap atap rumah terbang
Orang2 pada berlarian 
Mencari keselamatan
Tak lama lalu hujan deras datang
Petir menyambar nyambar menambah gamang
Padahal tugas belum terselesaikan
Akankah kembali pulang
Duduk manis sandarkan badan
Sambil nyeruput wedang
Buatan anak gadis tersayang
Atau terus berjalan
Menerjang badai dan hujan
Wujudkan impian
Dakwah Islam berkembang
Di seluruh bumi Tunan

~~~~~~

Jalan Terjal

 By: Bukhori At Tunasi 

Jalan Terjal


Terus lah melangkah ke depan!!!
Jangan surutkan langkahmu ke belakang !!!
Kau kan tersesat

Biar pun awan hitam datang bergelombang
Guruh menggelegar
Petir menyambar
Kilat menggeliat
Topan menerjang
Itu petanda baik
Hujan kan datang
Ni'mat kan melimpah
Hidup kan berkah

Orang kufur takut gelapnya mendung yang mengepung
Sedih dirundung
Dikira, dunia kan berakhir
hancur
Padahal ni'mat kan hadir

Kebenaran datang,
Bagi sang kafir, bak petir
Panas memepekakkan telinga
Datang menghunjam
bertubi-tubi, menyambar-nyambar tradisi yang basi
sebentar kan mati

Sekarang,
Kebenaran datang
Bagai topan yang menjungkirbalikkan kejahiliyaan
Dahsyat memang
Tapi begitulah hukum alam, hukumnya Tuhan

'Qul ja'al haqq wa zahaqal bathil. Innal bathila kana zahuqa"

Manusia berbondong datang 
hati senang, gembira dan tenang
Menyambut kebenaran

Ashnam bertumbangan
Rumah Tuhan ditegakkan
Mulialah peradaban
negeri aman
Semua merindukan
Tuk bermuwajjahah dengan Tuhan
Di Rumah Tuhan
Baitullah 

Ingin rasanya mengucapkan kalam laksana Musa bersua Tuhan
Tajalli, 
hancur dalam fana
Hanya Dia Yang Ada
Itu yang dirasa

Alangkah indah
Insan berhias iman
Negeri aman, makmur penuh berkah 
Ijabah Tuhan atas do'a Khalilullah Ibrahim 'alaihis salam

Tuhan 
hambaMu melangkah mendekatiMu
Tapi dengan ni'mat-Mu
Tunjuki jalan
 Biar amal kami benar

Sejengkal langkah
Penuh deru debu
Tetaplah melangkah
Di sana kau kan bertemu

Terjal memang
Mendaki menjulang
Penuh petualang
Tapi
Di sana kau temukan
Ketenangan

Tuhan...
Aku datang
~~~~~~

PRAHARA


By  : Ihsanuddin

Kata mereka itu prahara
Puting beliung
Angin Taufan
Gempa bumi dan sunami
Apa itu puting beliung..
Apa juga itu angin Taufan..
Dan apa pula itu gempa bumi maupun sinami....

BMKG salah satu yang tahu jawabnya
Tahu......
Tahu , apa sok tahu...
Mereka bisa meramalkan dan mengira-ngira
Berdasarkan ilmu dan risetnya
Kadang tepat
Namun sering meleset juga
Kita sadari, itulah batas kemampuan manusia

Jangankan pepohonan
Gedung pencakar langit pun akan ditumbangkan
Rumah dan perkampungan akan diratakan dengan tanah

Puting beliung
Angin Taufan
Gempa bumi dan sunami
Benda apakah itu..?
Makhluk hidup...?
Atau hanya sebuah alat yang membutuhkan ahli penggeraknya

Bila semua telah bergerak
Tak ada kekuatan yang dapat menolak
Jangankan hanya sarjana
Profesornya profesor tak mampu juga
Semua kehendak yang ada disana
Untuk menguji, menegur dan mengingatkan

Tapi manusia tetaplah manusia
Yang punya sifat salah dan lupa
Meski punya mata, telinga dan hati
Sering tak berguna, tak berfungsi

Hai jiwa Mutmainnah, irji'ii ila robbiki rodhiatan mardhiiyah, wadkhuli fii 'ibadii wadkhuli al jannatii . 
~~~~~~

Bencana

By: Bukhori At Tunisi

Sekularis bilang
Bencana hanya fenomena alam
Tak ada sangkut pautnya dengan kemaksiatan
Ia mandiri
Alam beredar sesuai hukumnya sendiri

Agamawan bilang 
Bencana itu hukuman
Karena maksiat pada Tuhan
Ia untuk menyadarkan
Biar beriman

Yang bijak bilang
Bencana tak mutlak hukuman
Terkadang karena bencana alam
Terkadang cobaan

Bukankah kerusakan membuat bencana?
Tak percaya Tuhan pun
Alam murka
Tanyalah pada rumput Ilalang, Ebiet bilang

Tuhan tidak murka
Cuma memberikan pelajaran
Maukah berfikir lalu beriman!!!

Cobaan hanya peringatan
Tapi itu kuasa Tuhan
Kalau kau percaya kausalitas
Tuhan itu Prima Kausa
Kalau Dia Kausa Pertama
Maka karena kausamu
Bencana datang dari Prima Kausa

Coba kau tabur benih
Kau kan menuai
Coba kau beramal bajik
Semua kan baik

Tuhan tidak diam
Tuhan tidak tiduran
Ia terjaga
Ia melihat
Ia menyaksikan

Qudrat-Nya kuasa untuk menyiksa sekarang juga akan datang

Beruntung diberi kesempatan
Ada taubat
Tapi yang baru terlibat
Langsung terkapar, sekarat, Qiyamat

Hukuman tak kenal waktu
Karena tiada waktu bagi Tuhan
Ciptaan-Nya yang punya waktu, karena ia bergerak dalam ruang dan waktu

Tuhan kapanpun bila berkehendak, jadi
Taqdirnya tak menyalahi keadilan-Nya dan kebajikan-Nya

Dia Ilhai
Maha Adil
Mah Bijaksana

Sungguh tak adil sang Ma'ashi, ke sana sini
Sedang yang taat, diperalat

Di dunia ada adzab
Di Akhirat pun ada adzab
Pilihlah ni'mat
Di dunia juga di akhirat
Itulah SurgĂ  penuh nikmat 
~~~~~~

Suara Hati Pujangga YTP 

By: Zainul Muttaqin

Mutiara muda terus apa pulang. 
Aku sedang berjuang, aku pulang tak sanak kadhang. 
Aku belajar bertahan, aku  pulang membawa oleh-oleh menang. 
Aku membangun kebudayaan maju Yatim piatu dan Anak kolong jembatan, aku pulang penuh berkah tak kepalang. 
Panjiku Islam nan Ilmu pengetahuan benderang, tahan badai halilintar menghadang. 

Aku terus apa pulang. 
Terus cita tembus. 
Lalu pulang akan di sayang. 
Calon Istri cantik jelita sholihah melamar merebut terus menerus. 
Sempurna kebutuhan sungguh senang. 
Karena nasib muda mendamba pasangan yang pandai mengurus. 
Tentram hatinya menjadi Seseorang.

0 komentar:

Posting Komentar