Minggu, 17 Februari 2019

Kumpulan Prosa Alumni YTP: Tanah Tegal & Tegal Itu Mazra'ah


By: Sudono Syueb & Bukhori At Tunisi

Tanah Tegal

By: Sudono Syueb

Harianmerdekapost.com Apakah masih ada tanah tegal di desa kita
Tanah tegal warna merah
Bau jagung
Bau kacang brol
Bau singkong
Bau lombok

Tanah tegal tanah merah
Yang dulu kita sering mencari jangkrik di sana
Sehabis ada hujan 

Kita senang sekali kalo dapat jangkrik Jeliteng 
Tubuhnya ramping 
Agak kecil
Atletis
Gagah dan pemberani

Mulutnya lebar
Ngeriknya keras
Rontokkan nyali 
Lawan lawan tandingnya
Harganya cukup "mahal"
Dicari para botoh untuk aduan

Aku tidak pernah dapat Jeliteng
Beli pun tak ada duit
Jadi aku hanya lihat saja kalau ada adu jangkrik

Biasanya kalau ada anak
Tubuhnya hitam ramping
Atletis dan pemberani
Dia dipanggil jeliteng
Dia suka panggilan itu

Ada juga yang dapat jangkrik Jelibang
Warnanya dominan merah
Merah maron
Badannya gemuk
Lambat dan penakut

Jelibang ini tidak begitu disuka
Harganya murah
Malah kadang diberikan saja kepada yang mau
Aku sering dikasih jelibang oleh teman
Untuk saya ingu (pelihara) di rumah
Untuk menghadirkan suasana tegal di rumah dengan suara serangga jangkrik
***


Tegal itu "mazra'ah"

By: Bukhori

Petani itu "fallah"
Karena orang yang paling bahagia kata orang Arab
Karena bahagia itu
rizki dekat
kerabat dekat
Rabb juga dekat

Petani itu rizki dekat rumah
Sanak kerabat ada di rumah
 Ibadah di dekat rumah dan rumah Allah

Ladang itu mazra'ah
Tempat berladang
Tempat menanam
Satu benih tumbuh tujuh
Dari tujuh jadi tujuh puluh
Tujuh ratus hingga tak terhingga

Siapa menanam dia yang menuai
Menanam materi, tumbuh materi
Menanam spiritual, jiwa tenang

Tanam padi kan tumbuh padi, jadi beras, makanan lain yang beragam warna

Pohon spiritual tumbuh di hati, mekar tumbuh menjulang tinggi ke angkasa, hingga menggapai Sidratul Muntaha

Kita, sudahkah menanam intelektualitas?
Kita, anak kita, cucu-cicit kita, membuat warisan intelektual untuk mereka

"Ladang" itu masing kosong, jangan sampai Ayam mati di ladang luas, tapi tak ada tanaman

Kita tanami ladang kita
Dengan kitabah
Kita kan makan di sana
Anak cucu kita tak kan kelaparan
KarenĂ  kekek buyutnya menanam

Ayam kan berkokok tiap sore dan malam
Tuk mengingatkan kita
Agar ibadah pada Tuhan

Ayam kan bahagia
Karena ladang penuh tanaman
Mazra'ah penuh warisan

0 komentar:

Posting Komentar