Senin, 11 Februari 2019

Durian Runtuh


Oleh: Ust. Murtadho

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono, Nganjuk)

Harianmerdekapost.com Durian runtuh.
Angin puting beliung.
Petir menyambar.
Hujan lebat.
Orang awam berlari ke kebun kebun durian.
Memungut durian runtuh.
Kaum cendekiawan berpesan.
Wahai kaumku, ini adalah pertanda ujian kaum beriman dan siksaan bagi kaum maksiat
Kaum sekuler berkata, ah itu tidak ada hubungan kejadian alam dan ulah manisia.
Bencana itu fenomena alam.
Kaum beriman
jangan ikutan kaum sekuler.
Alloh telah memperingatkan, kemaksiatan menyebabkan bencana alam.
Coba perhatikan firman Allah dalam QS Ar Rum (30) ayat 41 di bawah ini

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum (30): Ayat 41)
Dari ayat tersebut jelas sekali bahwa adanya bencana di darat dan di laut itu akibat ulah manusia. Karena itu Allah memperingatkan mereka dengan bencana agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Maka itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan pada  Nabi Muhammad dan umatnya agar tidak mengikuti orang orang yang suka berbohong, seperti para sekuler yang mengatakan bencana itu tidak ada hubungannya dengan ulah manusia. Jangan ikuti pendapat para pembohong itu, Allah berfirman:

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ

"Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."
(QS. Al-Qalam: Ayat 8)

0 komentar:

Posting Komentar