Sabtu, 23 Februari 2019

Dr. (HC). Zulkifli, Ketua MPR RI: Ini Pemilu Damai Bukan Perang Total

Laporan: Sudono Syueb

Harianmerdekapost.com "Pertama Pancasila. Pancasila adalah dasar, filosofi dan pandangan hidup (Worldview) negara dan warga bangsa lndonesia. Maka itu Pancasila adalah prilaku kita sehari hari dalam berbangsa dan bernegara", demikian kata Dr (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM, Ketua MPR RI, dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Universitas Dr. Soetomo, Surabara, Sabtu 23/2, pukul 13.30, bertempat di ruang Ki H. Muhammad Saleh, Gedung F lt 5

   Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri Rektor Unitomo dan seluruh civitas akademika, baik pimpinan, dosen, staf dan mahasiswa  Unitomo sekitar 1000 orang ini mengambil tema, "Pembinaan Generasi Muda untuk Bela Negara"

   Lebih lanjut Zulkifli sampaikan, karena itu negara dan seluruh warga bangsa harus:
1. Ber-Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, percaya pada keberadaan Tuhan. Maka itu tidak ada tempat bagi atheime, bagi orang orang yang tidak berTuhan.
Prilaku negara dan warga bangsa harus berdasarkan nilai nilai Tuhan. Prilaku kita harus dapat cahaya dari Tuhan.
2. Menghormati sesama manusia sebagai warga bangsa walaupun beda ras, suku dan agama.
3. Memiliki rasa Nasionalisme. Kata Bung Karno, nasionalisme adalah kami bersumpah untuk melindungi seluruh rakyat lndonesia. Maka mengutakan tenaga kerja dari warga lndonesia itu penting daripada tenaga kerja asing, tandas Zulkifli.
4. Keragaman. Karena kita beragam ini maka kita harus mengutamakan musyawarah.
5. Merdeka. Karena kita merdeka maka kita harus berdaulat, bersatu, adil dan setara. Negara ingin maju harus memiliki kedaulatan.

   Pilar kedua adalah NKRI. Pengertian NKRI secara singkat, menurut Zulkifli, yang juga Ketum DPP PAN ini, adalah seluruh warga bangsa ini memiliki hak yang sama dimana saja mereka berada dan mau kemana saja. Orang Papua punya hak jadi bupati, wali kota di seluruh Jatim jika mereka sudah tinggal di Jatim.


   Ketiga Bhinika Tunggak Ika. Indonesia ini negeri kesepakatan. Dulu founding fathers negara ini sepaka mendirikan negara lndonesia denga bahasa satu bahasa lndonesia, walaupun faktanya banyak bahasa di Indonesia, tandas Zulkifli yang juga mantan pengusaga sukses ini.

   Keempat UUD 1945. Menurur Zulkifli, dalam UUD 1945 ini, kita sepakat bahwa Demokrasi Pancasila adalah sebagai Sistem Kenegaraan Kita. Karena itu maka yang berdaulat adalah rakyat Indonesia. Daulat untuk memilih pemimpin nasional setiap 5 tahun sekali dalam pemilu yang berkualitas, damai, gembira dan frendly. Maka rakyat bisa memilih pemimpin yang dikehendaki, dengan harapan bisa muncul pemimpin yang amanah, jujur dan adil.

   Lalu Zilkufli mengajak para mahasiswa unitomo untuk ikut bepartisipasi dalam pemilu yang berkualitas dengan menolak politik uang dan bagi bagi sembako.

   "Mari kita ciptakan pemilu yang damai dan menyenangkan", himbau Zulkifli. Maka jangan ada yang menakut nakuti rakyat. Karena itu, ketika ada pejabat bilang, dalam pemilu ini kita akan Perang Total, Zulkifli marah dan berkata, "Ini Pemilu Damai Bung, bukan Perang Total. Jangan takut takuti rakyat. Berhenti bilang begitu".

   Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dibuka oleh Rektor Unitomo, Dr. Bahrul Amiq, SH, MH dengan berpantun:

Pergi ke Tanah Suci penuhi panggilan Ilahi, beli kurma Arab rasanya enak sekali.
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sudah beberap kali,  tapi ini yang pertama kali dihadiri Bapak Zulkili Ketua MPR RI.

   Selanjutnya Rektor Unitomo menyampaikan bahwa Universitas Dr. Soetomo, Surabaya ini seperti miniatur Indonesia, karena mahasiswanya berasal dari suluruh lndonesia. Mulai Papua, NTT, NTB, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Maluku, Ambon, Sulawesi, Gorontalo, Bali, Jawa, DKI, Sumatra, Batam, Kepri, Zambi, Riau dll.(Mis)

0 komentar:

Posting Komentar