Senin, 25 Februari 2019

DR. Amien Rais & DR. Amien Hadi.


Oleh: Ahmad Darojul Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan Pengajar di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta)



Harianmerdekapost.com Pasca Reformasi, DR. Amien Rais( AR ) berkunjung ke Australia sepekan, agenda yang menyita perhatian aktifis islam australia dan mahasiswa adalah kunjungan AR ke Kampus besar di New South Wales, sebuah Negara bagian di australia.


Kami dari tempat yang cukup jauh sekitar jakarta bandung beramai - ramai ke kampus ini. Sesampai kampus suasana hiruk pikuk apalagi ketika masuk ke ruang acara yang besar dan megah.
Para aktifis islam dan mahasiswa membludak memenuhi tempat acara. Teman2 saya dari IPB, UI, UGM, UIN Jakarta, yang ketepatan ada tugas belajar di australia tak ketinggalan datang.


Sebelum acara dimulai saya sengaja menghampiri pak AR dan salaman membisikkan pada beliau ( karna suara riuh ), Pak Amien , salam dari teman2 aktifis islam di australia, Pak AR senyum dan jawab tegas. Baru saya kembali ketempat duduk.


Layar besar diputarkan dokomentasi jatuhnya H.M.Soeharto dan BJ.Habi yang menggantikannya. Suasana ruangan megah itu tambah rius ketika pidato pengunduran diri Pak H.M.Soeharto.


Baru sesi diskusi dimulai, lalu masuk tanya jawab.
Seorang mahasiswa bertanya dengan cukup lantang, mengapa Pak AR bikin partai bukan partai Islam, malak partai yang diisi oleh berbagai latar belakang dan agama ?. Pak AR menjawab dengan tenang, partai itu bukan sesuatu yang suci, partai hanyalah wasilah menuju cita2, dan cita2 kami dalam mewujudkannya harus merekrut komponen anak bangsa dari berbagai latar belakang itu.
Pertanyaan agak mirip bertubi - tubi datang, semua dijawab dan akhirnya acara selesai.


Saya perhatikan AR di dampingi M.Najib dan tentu kehadiran AR sepekan di autralia di fasilitasi DR. Amien Hadi.

Pemikiran2 AH dan AR dalam memahami harokah islamamiyah sama, bedanya, AH bahasanya sangat kelihatan seorang suku jawa, dan AR sendiri sering bilang, saya sering dikritik teman2 , AR itu orang jawa, tapi melebihi orang batak, dan kadang orang batak gayanya melebihi orang jawa.(Sudono Syueb/ed)


Salam.
ADA.

0 komentar:

Posting Komentar