Jumat, 15 Februari 2019

Catatan Budaya: Kemiskinan dan kekeringan


Oleh: Didik Akhmadi, MComm.

(Pengamat Budaya Politik dan KBPII Yogyakarta)

Harianmerdekapost.com Apa rahasia paguyuban IKG (ikatan keluarga Gunungkidul) dan Ikaragil  (ikatan keluarga perantau asal Gunungkidul) bisa sedemikian besar, kokoh dan solid? Kita perlu mencari rahasia resepnya. Menurut pandangan saya, ada dua hal penyebab utamanya, yaitu: kemiskinan dan kekeringan.

Kondisi kemiskinan yang terjadi sejak dulu membuat banyak anggota anggota keluarga dalam sebuah rumah tangga yang merantau, bahkan mereka banyak yang merantau sejak usia remaja. Kadang para remaja yang merantau itu tak cukup punya keahlian, hanya berbekal kemauan saja. Secara pribadi pribadi, mereka harus bisa hidup dalam kondisi apapun di perantauan. Tuntutan survival ini membuat mereka harus ulet, sabar dan prigel. Selanjutnya, tuntutan survival ini membuat mereka harus topang menopang saling bekerjasama sama untuk menghadapi masalah masalah kehidupan yang dijumpai ketika berada di perantauan dengan sesama perantau.

Dengan berbekal keuletan yang mereka miliki, banyak pengusaha sukses yang berasal dari Gunungkidul. Konon juru masak di Hotel Mulia itu didominasi oleh warga Gunungkidul sejak senior manajer sampai para bawahan.

Lalu, kekeringan. Apa perasaan yang bisa dipicu dari kekeringan yang sebelum ini banyak terjadi di Gunungkidul? Kekeringan mendorong orang orang perantau memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap asal daerahnya. Mereka yang ada di perantauan saling bergotong royong mengumpulkan dana untuk mengatasi kekeringan tersebut. Ada yang beli air bersih untuk diberikan pada keluarga yang alami kekeringan. Ada yang mengupayakan ragam sumur artesis, embung embung untuk atasi kekeringan. Pulang mudik lebaran juga menjadi pemicu rasa menyatu antara para perantau dan keluarganya, sebagaimana para perantau dari daerah yang lain.

Lalu, kalau paguyuban warga kabupaten Bantul ingin menjadi solid, kokoh dan menyatu itu, apa resep yang mesti harus digunakan sehingga berbagai perasaan bisa saling menyatu?(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar