Jumat, 15 Februari 2019

Catatan Budaya: BAG-Bantul Always Great

Oleh: Didik Akhmadi, MComm

(Pengamat Budaya Politik dan KBPII Yogyakarta)

Harianmerdekapost.com Kabupaten kabupaten seputaran Bantul cukup bergeliat maju. Sleman lebih dulu maju, disusul Kulonprogo dan Gunungkidul. Geliatnya kedua kabupaten terakhir ini sangat terasakan. Gunungkidul dan Kulonprogo maju dengan geliat wisata dan pengembangan usaha usaha mikro-nya. Dulu, Kabupaten Bantul lebih maju dibandingkan kedua kabaputen terakhir tadi. Sekarang bila tidak tersadari posisinya, Bantul bisa berada di posisi terakhir. 

Lalu, apa yang perlu dilakukan? Yang perlu ditanamkan adalah semangat bersaing saja. Bila semangat bersaing cukup tinggi, InsyaAllah Bantul tetap bisa terus di depan.

Posisi sekarang untuk bidang budaya Bantul berada posisi yang lumayan. ISI Yogyakarta yang ada di Sewon cukup membantu perkembangan budaya. Eh, bahkan untuk seni wayangan, sekarang ini tak ada dalang yang bisa menandingi kepopuleran dalang Ki Seno Nugroho. Bidang bidang lain tentu banyak potensi untuk dikembangkan. Tinggal difasilitasi dengan keberadaan jaringan yang kuat yang menghubungkan antara warga Bantul yang masih tinggal di Bantul dengan yang ada di perantauan.

Semangat yang perlu dikembangkan adalah BAG. Bantul Always Great.

Sesanti "BAG"

'Sesanti' itu istilah dalam bahasa Jawa berupa sebuah kalimat yang menjadi dasar penyemangat. Semisal "Projotamansari" atau yang lainnya. 

"Projotamansari" sudah menjadi semangat bagi pemerintah Kabupaten Bantul. Kalau "Projotamansari" dijadikan sesanti bagi warganya? Jelas boleh boleh saja. Bila sebuah komunitas paguyuban di lingkungan Bantul mencari sesanti lain?  yaa boleh saja berkreasi asalkan maknanya baik.

Saya terpikirkan perlambangan yang lain. Sekedar usulan, Warkaban punya lambang "Kantong" atau "BAG" dalam bahasa Inggris-nya.

"Kantong" sebagai pengingat agar anggota Warkaban punya "Kantong" yang bisa dimaknai dengan "kantong ilmu", "kantong uang", atau sesuatu memiliki sesuatu yang berisi. Kalau "kantong" itu melambangkan "kantong bolong" juga bisa.

Kalau kantong dibahasakan dalam bahasa Inggris "BAG", maka ketika huruf itu punya pemaknaan yang lain bisa "be always good", "Bantul Always Great", atau gabungan keduanya. "Be Always Good" pada lingkup pribadi. Dan pada skala besarnya "Bantul Always Great" atau "Bantul selalu hebat".

Ini, sekedar lintasan pikiran saja. Mencari sesanti bagi Paguyuban Warkaban.

BAG Warkaban

Sesiang tadi kita telah menemukan penyemangat anggota Warkaban dengan semangat BAG 'Birawa Amurwa Gati'. Asyiiik, makna kasepuhannya nampak..karena 'Birawa  Amurwa Gati'" itu bisa dimaknai semangat kepahlawanan yang terus menerus berupaya mewujudkan prestasi. Pemaknaan tersebut cukup bagus. Hanya saja kalimat tersebut belum bernuansa bahasa Jawa kekinian. 

Lalu, BAG dengan bahasa Jawa kekinian yang simpel dan sederhana itu dimaknai seperti apa? Ya, secara mudahnya, BAG itu bisa diartikan sebagai "bejo aku gabung".

'beja aku gabung' Warkaban bisa dimungkinkan terjadi bila  suasana yang berkembang itu guyub rukun, yang antar para anggotanya terjalin suasana saling asah asih dan asuh.(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar