Minggu, 03 Februari 2019

Bupati Ajukan Pergantian Pejabat untuk Sikapi Lambatnya Layanan Dispendukcapil




BANGIL harianmerdekapost.com 
Masih buruknya layanan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan, terus dikeluhkan masyarakat. Terutama dalam sebulan terakhir, layanan dikeluhkan sangat lambat.
Sabtu, 2 Februari 2019

Seperti yang dialami M. Muslimin, 45, warga Bangil, Kabupaten Pasuruan. Muslimin mengaku sudah tiga kali bolak-balik ke kantor Dispendukcapil lantaran pengurusan e-KTP dan KK miliknya tak juga selesai.

“Padahal, di nota pengurusan pertama, tertulis selesai tanggal 14 Januari. Tapi, sampai 31 Januari tak juga selesai,” ujarnya.

Muslimin pun tiap minggu datang ke kantor Dispendukcapil untuk mengecek. Namun, petugas menyampaikan belum selesai. Dia pun diminta balik seminggu lagi.

“Termasuk sekarang, katanya belum selesai dan disuruh balik minggu depan,” terangnya.

Praktis, sudah 1,5 bulan Muslimin mengurus e-KTP dan KK. Namun, tak kunjung selesai. Ini membuat aktivitasnya terganggu, karena harus wira-wiri ke kantor Dispendukcapil.

Hal senada dikeluhkan Zubaidah, 30, warga Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ida mengatakan, sudah mengajukan pengurusan e-KTP pada 18 Desember.

“Tapi sampai akhir Januari belum selesai. Padahal, di Kota Pasuruan bisa cepat. Tapi, di Kabupaten Pasuruan kok jauh,” terangnya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf pun angkat bicara tentang hal ini. Dia meminta maaf atas kondisi layanan kantor Dispendukcapil yang belum maksimal.

“Saat ini memang kondisi darurat, kepala Dispendukcapil dalam kondisi sakit. Sementara semua urusan administrasi harus ditandatangani beliau. Seandainya bisa saya yang menandatangani, saya mau, tapi tidak bisa,” terangnya.

Di sisi lain, menurutnya, Bupati tidak bisa melakukan mutasi atau pergantian pejabat. Sebab, pejabat yang baru dilantik hanya bisa diganti setelah 6 bulan menjabat.

Saat ini menurutnya, pihaknya sudah mengajukan usulan ke Kemendagri untuk mengganti pejabat sebelum 6 bulan. Termasuk mengajukan izin pergantian pejabat ke Dirjen Kependudukan.

“Saya sudah ajukan keduanya, baik ke Kemendagri dan ke Dirjen Kependudukan. Jadi, saat ini saya masih menunggu dan harapannya segera ada jawaban dalam waktu dekat,” terangnya. (Jurnalis/subhan)

0 komentar:

Posting Komentar