Minggu, 10 Februari 2019

Aku Hanya Mencari Ridho~Mu yaa Allah


Oleh: Sudono Syueb

(Alumni Ponpes YTP dan Sekarang Pengajar di Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianmerdekapost.com Dai pencerah umat itu telah puluhan tahun berdakwah.
Menyebarkan risalah Allah dan Rasul~Nya.
Meluruskan akiqah jamaahnya.
Menjaga akhlak masyarakatnya.
Mengistiqomahkan ibadah komunitasnya.

Tak hanya dakwah bil lisan.
Dai lulusan pondok YTP, Kertosono, itu juga melakukan pemberdayaan umat.
Berbagai ketrampilan dia ajarkan.
Bekerja sama dengan LSM LSM yang perduli
Agar bisa berproduksi sendiri.
Agar tidak selalu mengkonsumsi.
Agar umat memiliki kemandirian ekonomi

Hasilnya pun tidak sia sia.
Umat yang dulunya dhuafa'.
Yang tangannya selalu di bawah.
Sekarang bisa mandiri.
Bisa berproduksi.
Bahkan bisa membantu saudara saudaranya yang masih lemah.
Tangannya tak lagi di bawah
Tapi sudah di atas

Suatu hari.
Dai kreatif itu pergi ke suatu daerah pedalaman.
Untuk berdakwah dengan jalan kaki.
Di tengah jalan dia ketemu seseorang yang berjalan searahnya. 
Dengan tujuan desa yang sama.
Beberapa km sebelum nyampe ke desa tujuan 
Ada angin badai besar menerjang daerah itu.
Tak pelak dua orang itu terserang badai juga.
Karena waktu mendesak 
Dua orang itu berjalan sambil berlari dan bergandingan tangan
agar cepat sampai...
Beberapa detik berikutnya sudah sampai desa binaan.

Dai itu bersyukur telah datang.
Lalu dia lihat ke belakang
Dia heran, kenapa bekas tapak kaki orang kok cuman sepasang, yang lain tidak ada.
Dan dia tidak melihat lagi orang yang menemani dia berlari menembus badai itu, "Bukankah tadi saya berlari dengan satu orang lagi?", Pikirnya.

Ketika dia sedang merenung kemana  temannya tadi berada
Lamat lamat ada suara dari kejauhan 
"Wahai hamba Allah, kamu telah ditolong Allah selamat dari badai dan cepat sampai ke tempat tujuan
Karena selama ini kamu telah menolong  Allah...."
Subhanallah....
Dai itu lalu sujud syukur sambil teteskan air mata
Lama sekali dia tersedu sedu
Baru dia bangkit setelah pundaknya ditepuk seseorang dan berkata...
"Mari Pakyai Mubarrok, kita istirahat dulu di kantor masjid, skarang baru jam 05.40, pengajian mulai jam 09.00"
"Haah, baru jam 05.40 bukankah saya tadi berangkat jam 05.30, harusnya jam 08.50 saya baru nyampek. Tapi kenapa jam 05.40 sudah nyampe... subhanallah.. ya Allah, maa af'alu illa ma tardho...", ucap pakyai Barok lirih......

0 komentar:

Posting Komentar