Selasa, 04 Desember 2018

PKL TUDING, PERDA TIDAK PRO RAKYAT



Pamekasan, Harianmerdekapost.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) Pamekasan, Madura, Jawa Timur tetap nekat berjualan di area monumen Arek Lancor.

Salah seorang PKL Pamekasan, Lukman mengaku masuk area Arek Lancor karena kunci gerbang menuju monumen di pegang oleh PKL.

“Tidak bentrok, karena kuncinya kami yang pegang,” terang Lukman, Selasa (4/12/2018).

Menurut Lukman, para PKL sempat mendapatkan peringatan dari salah satu angggota Satpol PP untuk tidak lagi berjualan di area Arek Lancor, namun himbauan itu tidak diperhatikan oleh PKL.

“Kami tetap membuka kunci gerbang,”

Para PKL terus melakukan perlawanan terhadap petugas Satpol PP Pamekasan. 

“Bilangnya ke kami perintah atasan, saat kami tanya siapa, malah tidak dijawab, ini kan aneh,” ucapnya.

Para PKL menunggu ketegasan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Mereka beralasan, surat pemberitahuan penertiban PKL tanpa tanda tangan dan stempel.

“Saya harap Bupati datang ke sini, temui para PKL,” ujarnya.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat dihubungi enggan menjelaskan lebih rinci. Ia hanya mengatakan jika penertiban sudah sesuai Perda.

“Itu sesuai Perda,” singkat Badrut 

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Pamekasan akan mengkosongkan area Monumen Arek Lancor dari PKL.

Bahkan, sempat dilakukan pengusiran paksa bagi para PKL. Namun, para PKL melakukan perlawanan dengan cara tetap berjualan. (Jurnalis. Abd. Basid).

0 komentar:

Posting Komentar