Rabu, 21 November 2018

Nasib...! Kejari Sampang Diduga Korupsi, Ratusan Massa Gelar Aksi



Sampang, Harianmerdekapost.com – Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Tangan-Tangan Revolusioner (Gettar) yang tergabung dari 14 LSM, meliputi JCW, Lira, Jaka Jatim, MDW, Alarm’s, IKMAS, Al-Katras, Jatim Analysis, BMB, GPRS, Gadjah Mada, Sekoci, Insan Muda Sampang, dan GPN, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Sampang mulai memanas. Pasalnya Ratusan massa membakar keranda mayat dan ban bekas.

Sebelum aksi dimulai, massa melakukan aksi teatrikal dengan shalat gaib untuk menandakan matinya penegakan hukum di Sampang.

Mereka meminta agar Setyo memberikan penjelasan langsung secara transparansi kepada publik terkait penanganan supremasi hukum yang ditangani Kejari Sampang.

Suasana demo memanas, dipicu lantaran, Kepala Kejaksaan Negeri Setyo Utomo tak kunjung menemui massa yang berorasi.

“Keluar Kajari Sampang, temui kami dan jelaskan sejauh mana penanganan hukum,” teriak salah satu perwakilan massa Zaenal didepan kantor Kejaksaan, Rabu (21/11/2018).

Demonstran lalu, membakar keranda mayat dan ban bekas. Sementara asap terus membubung tinggi. Tak lama kemudian, Polisi pun memadamkan kobaran api dengan alat pemadam.

Tak lama, Setyo Utomo didampingi Humas Kejari Sampang Joko Suharyanto menemui ratusan massa.

“Silahkan masuk ke dalam biar suasana tidak memanas dan kita diskusi di dalam,” ucap Setyo mengajak massa.

Namun, ajakan tersebut ditolak massa. Sehingga massa berdiskusi di luar kantor Kejari.

Dalam aksinya, massa menuntut Kajari Sampang harus mundur dari jabatannya, usut tuntas seluruh kasus dengan transparan, menindak terduga tindak pidana korupsi secara profesional.

Mereka mempertanyakan, penanganan kasus terkait dugaan korupsi program listrik desa (Lisdes) senilai Rp 12 miliar tahun 2007-2008, Dana Kapitasi JKN, Hilangnya aset daerah senilai Rp 650 miliar, PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP), dan Prona 2018 di Desa Dulang Kecamatan Torjun. (Rai)

0 komentar:

Posting Komentar