Minggu, 04 November 2018

KOMAK Surabaya Mendukung kejari usut tuntas kasus Korupsi Dana Hibah 2016

Harianmerdekapost.com Aktivis mahasiswa dari sejumlah universitas yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Korupsi Surabaya (KOMAK) 
 Mendukung Penuh Kejari Surabaya untuk membuka kasus Jasmas secara sungguh sungguh. Karena uang Jasmas bukan uang para pemilik modal, tapi uang yang diperuntukkan kepentingan percepatan atau pemerataan pembangunan .

dengan Adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum Anggota DPRD Kota Surabaya yang dilontarkan Agus Setiawan Jong saat diperiksa sebagai saksi hingga ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016, masih menjadi teka-teki atau rahasia Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Ketua Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK) Asmui menekan agar mengusut sampai tuntas Jasmas 2016 di kota surabaya

Terbukti dari keterangan Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriady terkesan memberikan simbol bahwa adanya keterlibatan dan peran sejumlah oknum Anggota DPRD Kota Surabaya yang masuk dalam pusaran kasus korupsi bermodus pengadaan ini.

Rachmat Supriady mengatakan, Dirut PT CSS DS yang jadi tersangka ini berpeluang menjadi Justice Collaborator. Artinya, tersangka Agus Setiawan Jong ini telah bekerjasama dengan pihak penyidik dalam mengungkap kasus ini. “Ada peluang menjadi Justice Collaborator,” ujarnya, Jum’at (2/11).

Sebelum Agus Setiawan Jong ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Tim Penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak telah memeriksa 6 Legislator yang berkantor di Jalan Yos Sudarso Surabaya sebagai saksi, dua diantaranya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, yakni Dermawan dan Ratih Retnowati.

Sedangkan empat lainnya berposisi sebagai anggota. Mereka adalah, Sugito, Binti Rohman, Saiful Aidy dan Dini Rinjani. Keenam oknum DPRD Surabaya ini merupakan politisi dari Partai yang berbeda.

Dermawan merupakan politisi Partai Gerindra, Ratih Retnowati dan Dini Rinjani adalah kader dari Partai Demokrat. Politisi dari Partai Hanura adalah Sugito, sedangkan Binti Rohman adalah kader dari Partai Golkar dan Saiful Aidy dari Partai PAN

Tak ayal, Rekomendasi yang diduga dikeluarkan oknum Dewan melalui konstituennya akhirnya meloloskan tersangka Agus Setiawan Jong untuk ‘menguras’ uang negara yang dikucurkan dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016.

Dana APBD itu digunakan untuk pengadaan terop, kursi, meja dan sound system di 230 RT di Surabaya yang sudah dirancang tersangka Agus Setiawan Jong melalui produk DPRD Kota Surabaya, yakni progam Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas).

Alhasil, Sesuai hasil audit BPK, tersangka Agus Setiawan Jong berhasil ‘mengutil’ keuntungan dari pembelian pengadaan yang sudah di mark up dari harga asli satuan barang-barang yang dibeli pada pengadaan tersebut. Selisih harga barang itu mencapai Rp 5 miliar lebih.[misbah]

0 komentar:

Posting Komentar